Paraphrasing itu penting banget, apalagi kalau kamu sedang persiapan IELTS. Di Writing Task 2, kamu dituntut menulis ulang topik pertanyaan tanpa copy-paste. Sedangkan di Speaking, paraphrasing bantu kamu terlihat lebih fleksibel dan fluent.

Tapi sayangnya, banyak yang masih bingung gimana cara ngelakuin paraphrasing yang benar dan tetap natural. 

Nah, di artikel ini mimin bakal bahas tuntas mulai dari teknik dasarnya, kesalahan umum, sampai latihan praktis yang bisa kamu coba sekarang juga.

Kenapa Paraphrasing Itu Penting Banget di IELTS?

Paraphrasing adalah cara menyampaikan ulang informasi dengan kata-kata sendiri tanpa mengubah makna. Dalam IELTS Writing & Speaking, ini menunjukkan kemampuan kamu menguasai vocabulary dan grammar.

Di Writing Task 2, kamu wajib parafrase pertanyaan dalam bagian pembuka (introduction). Kalau kamu copy mentah-mentah, kamu bakal kehilangan poin karena dianggap tidak fleksibel secara bahasa. 

Sedangkan di Speaking, examiner pengen lihat kamu bisa jelasin sesuatu tanpa mengulang frasa yang sama terus-menerus.

Intinya, semakin bagus kamu paraphrasing, makin besar peluang kamu buat dapet Band 7 ke atas, terutama di aspek Lexical Resource dan Grammatical Range & Accuracy.

Cara Paraphrasing Dasar yang Wajib Kamu Kuasai

Paraphrasing dasar melibatkan perubahan kata, struktur, dan fokus kalimat. Tidak harus semua diubah sekaligus.

Kamu bisa mulai dari perubahan kecil, tapi konsisten. Bahkan perubahan urutan ide saja sudah dihitung sebagai parafrase. Yang penting, makna utama tetap sama dan tidak melenceng.

Teknik 1: Menggunakan Sinonim (Synonyms)

Teknik paling dasar dalam cara paraphrasing untuk IELTS Writing dan Speaking adalah mengganti kata kunci dengan sinonim yang memiliki arti setara. 

Ini adalah metode yang paling sering digunakan karena terlihat simpel, tapi kamu harus hati-hati dengan konteks penggunaan katanya. Tidak semua kata yang bersinonim di kamus cocok dipakai dalam satu kalimat yang sama.

Contoh sederhananya adalah kata “important”. KIPers bisa menggantinya dengan “crucial”, “significant”, “vital”, atau “essential”

Namun, kamu harus paham nuansanya. “Vital” biasanya digunakan untuk sesuatu yang menyangkut hidup-mati atau keberlangsungan sistem, sedangkan “significant” lebih ke arah jumlah atau dampak yang besar.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah memaksakan sinonim yang jarang dipakai atau terlalu puitis di tulisan akademik.

Teknik 2: Mengubah Bentuk Kata (Word Class)

Mengubah kelas kata atau word class adalah teknik mengubah jenis kata, misalnya dari kata kerja (verb) menjadi kata benda (noun), atau kata sifat (adjective) menjadi kata keterangan (adverb). 

Teknik ini jauh lebih aman daripada sekadar mencari sinonim karena kamu tetap menggunakan akar kata yang sama, sehingga risiko perubahan makna lebih kecil.

Misalnya, kalimat asli: “The rigorous testing ensures safety.” (Testing = Noun). Kamu bisa mengubahnya menjadi: “Safety is ensured because the products are tested rigorously.” (Tested = Verb, Rigorously = Adverb). Maknanya sama persis, tapi struktur kalimatnya berubah total dan terlihat variatif.

Contoh lain yang sering muncul di Task 1 adalah deskripsi grafik. Daripada terus menulis “The sales increased significantly,” kamu bisa ubah jadi “There was a significant increase in sales.” Variasi seperti ini sangat disukai penguji karena menunjukkan kamu menguasai tata bahasa yang kompleks.

Teknik 3: Mengubah Struktur Kalimat (Active to Passive)

Mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya adalah cara paraphrasing untuk IELTS Writing dan Speaking yang sangat efektif untuk mengubah fokus kalimat. 

Dalam penulisan akademik, kalimat pasif sering digunakan untuk memberikan kesan objektif atau ketika pelaku tindakan tidak terlalu penting dibandingkan objeknya.

Contoh kalimat aktif: “The government invests money in education.” 

Kalau kamu ubah jadi pasif: “Money is invested in education by the government.” 

Perubahan struktur ini membuat tulisan kamu tidak monoton subjek-predikat-objek terus menerus. Ini juga membantu flow atau alur paragraf menjadi lebih enak dibaca.

Namun, jangan berlebihan menggunakan kalimat pasif di semua tempat. Terlalu banyak pasif bisa bikin tulisan jadi kaku dan membosankan. Gunakan campuran keduanya secara seimbang.

Latihan Paraphrasing IELTS Writing Task 2

KIPers, latihan paraphrasing itu bisa kamu mulai dari soal-soal Task 2. Berikut ini contoh dan cara paraphrasing-nya:

Soal: Some people think that the government should invest more money in education than in recreation and sports.

Paraphrased: It is believed by some that public funding should prioritize the education sector over leisure and athletic activities.

Coba latihan buat 3 versi dari kalimat itu. Ubah struktur, gunakan sinonim berbeda, dan lihat mana yang paling natural. Mimin yakin, makin sering kamu latihan, kemampuan kamu bakal naik drastis.

Baca Selengkapnya: Contoh Soal dan Jawaban IELTS Writing Section Task 2

Latihan Paraphrasing IELTS Speaking

Speaking juga butuh paraphrasing supaya kamu nggak terjebak dalam pengulangan. Misalnya saat kamu ditanya:

Pertanyaan: Do you enjoy traveling by train?

Jawaban A: Yes, I like traveling by train.

Jawaban B (Paraphrased): Absolutely! I find train journeys quite enjoyable and relaxing.

Jawaban kedua terdengar lebih alami dan fleksibel kan? Kamu bisa ganti kata “like” jadi “enjoy”, tambahkan opini pribadi, dan berikan sentuhan deskriptif.

Baca Selengkapnya: Tips IELTS Speaking Part 2 yang Efektif

Kesalahan Umum Saat Paraphrasing dan Cara Menghindarinya

Kesalahan paling umum saat paraphrasing adalah terlalu memaksakan sinonim atau mengubah struktur kalimat sampai maknanya rusak.

Kadang ada peserta yang asal ganti kata tanpa cek dulu arti kata tersebut cocok atau tidak. Akibatnya, kalimat malah terdengar aneh atau bahkan salah arti. Tips mimin biar kamu aman saat paraphrasing:

  • Hindari ganti semua kata dalam satu kalimat. Fokus di bagian penting aja.
  • Cek kembali arti kata yang kamu pakai, jangan cuma ngandelin Google Translate.
  • Latihan paraphrasing pakai soal IELTS asli dan bandingkan dengan model answer.
  • Kalau bisa, minta feedback dari tutor atau teman yang juga belajar IELTS.

Dan yang paling penting, jangan takut salah di awal. Paraphrasing itu skill yang bisa diasah lewat latihan terus-menerus.

Biar Makin Jago Paraphrasing, Latihan Bareng Tutor Profesional Yuk!

Kalau kamu pengen makin jago paraphrasing dan siap nembus Band 7+, mimin sarankan banget buat ikut program IELTS Camp dari Kampung Inggris Plus.

Kamu bakal dibimbing langsung oleh tutor lokal & native speaker, plus ada kelas intensif 5 sesi/hari dan banyak banget latihan real IELTS. Cocok buat kamu yang serius mau ngejar beasiswa atau kuliah di luar negeri.

Pilih aja paket 2 minggu atau 4 minggu, ada versi camp dan non-camp. Harga mulai dari Rp 1.710.000, dan semua program udah include modul, simulasi test, dan kelas bersama native speaker.

Buruan daftar ya, biar paraphrasing kamu nggak cuma bagus di teori tapi juga jago dipraktikkan di Writing & Speaking!