KIPers, kalau kamu lagi jualan online ke pasar luar negeri atau mau listing produk di platform internasional, deskripsi produk yang kamu tulis dalam Bahasa Inggris itu bisa jadi penentu closing atau nggaknya.

Kadang, grammar udah oke, tapi cara menyampaikan manfaat produknya malah terasa kaku dan kurang meyakinkan.

Nah, daripada kamu asal translate dari Bahasa Indonesia atau cuma ngandalin Google Translate, yuk belajar bareng gimana cara nulis deskripsi produk Bahasa Inggris yang lebih menarik, jelas, dan pastinya bisa bantu meningkatkan penjualan!

1. Pahami Dulu Target Audience Kamu

Sebelum nulis, kamu wajib tahu siapa yang bakal baca deskripsinya. Apakah targetnya anak muda, traveler, ibu rumah tangga, atau mungkin pebisnis?

Setiap audiens punya gaya bahasa yang beda. Misalnya, kalau kamu jual skincare buat Gen Z, kamu bisa pakai tone yang lebih santai dan fun. Tapi kalau kamu jual alat kantor ke market B2B, kamu harus terdengar lebih profesional dan straight to the point.

Kalimat yang ditulis tanpa mikirin siapa pembacanya seringkali jadi kurang nyambung. Bahkan bisa jadi membingungkan atau terkesan asal-asalan.

2. Gunakan Bahasa Inggris yang Natural, Bukan Terlalu Kaku

Bahasa yang terlalu textbook justru bikin deskripsi jadi susah dibaca. Hindari kalimat yang terlalu baku kayak “Our product is the best choice to meet your daily requirements”, coba ubah jadi versi yang lebih santai seperti “It’s the perfect fit for your everyday needs.”

Deskripsi yang natural itu lebih enak dibaca dan lebih dekat ke gaya percakapan sehari-hari. Apalagi kalau kamu jualan di marketplace yang targetnya casual buyers.

3. Tulis Manfaat, Bukan Cuma Fitur

Banyak penjual yang terjebak cuma nulis fitur produk: ukuran, bahan, warna. Tapi lupa menjelaskan manfaatnya buat user.

Misalnya kamu jual tas waterproof. Jangan cuma tulis “Made from waterproof material.” Tapi tambahkan:

“You can walk under the rain without worrying about your belongings, it’s fully waterproof!”

Pembeli pengen tahu gimana produk itu bikin hidup mereka lebih mudah, bukan cuma tahu spesifikasi teknisnya aja.

4. Gunakan Struktur Kalimat yang Singkat dan Jelas

Kalimat panjang yang bertele-tele bikin pembaca capek. Buatlah kalimat pendek yang to the point, tapi tetap informatif.

Contoh kalimat yang kurang efektif:

“This innovative backpack, made with premium materials, provides excellent storage and is designed for comfort and durability for daily use.”

Coba ubah jadi beberapa kalimat pendek:

“This backpack is built for everyday use. It’s durable, comfortable, and fits all your essentials easily.”

Kalimat singkat lebih mudah dipahami dan lebih cocok untuk mobile users juga.

5. Gunakan Bullet Points untuk Highlight Fitur Utama

Bullet points bikin informasi lebih mudah dibaca, apalagi kalau kamu lagi nyebutin beberapa fitur atau keunggulan produk. Struktur ini juga bantu pembaca scanning informasi dengan cepat, terutama saat mereka browsing lewat HP.

Kalau semua info ditulis dalam satu paragraf panjang, besar kemungkinan bakal dilewatin begitu aja. Tapi dengan bullet, poin penting bisa langsung ketangkap mata. Contohnya kayak gini:

Material: 100% cotton, breathable and soft

Size options: S, M, L, XL

Color: Available in black, white, and beige

Special feature: Wrinkle-resistant & machine washable

Format kayak gitu sering banget dipakai di toko online karena terbukti efektif. Google juga suka struktur data yang rapi kayak bullet list ini.

6. Perhatikan Ejaan dan Grammar (Tapi Jangan Terlalu Kaku)

Grammar memang penting, tapi kamu nggak perlu bikin kalimat yang terlalu textbook. Yang penting adalah jelas, enak dibaca, dan nggak bikin orang salah paham. 

Kalau bisa, jangan asal translate. Banyak istilah yang nggak bisa diterjemahkan mentah-mentah. Misalnya “anti air” bukan “anti water”, tapi waterproof. Atau “bisa dilipat” bukan “can be folded” (meskipun nggak salah), tapi lebih oke kalau pakai foldable.

Tools seperti Grammarly, Hemingway App, atau bahkan fitur AI bisa bantu cek grammar kamu, tapi hasil akhirnya tetap harus kamu edit lagi biar terdengar natural.

7. Hindari Kalimat Promosi yang Terlalu Berlebihan

Kalimat seperti “Produk terbaik sepanjang masa!” atau “Tidak ada yang bisa menandingi!” justru bikin calon pembeli ragu. Apalagi pembeli luar negeri cenderung skeptis terhadap klaim bombastis tanpa bukti.

Fokuslah pada fakta dan manfaat nyata. 

Kalau kamu mau sounding meyakinkan, tunjukin keunggulan lewat data, pengalaman user lain, atau fitur unik. Misalnya: “Used by over 50,000 happy customers across 15 countries.”

Kalau kamu asal klaim tanpa bukti, calon pembeli bisa langsung klik produk lain yang deskripsinya lebih masuk akal.

8. Optimalkan dengan Keyword yang Relevan

Kalau kamu upload produk di marketplace seperti Etsy, Amazon, Shopee, atau punya toko sendiri, penggunaan keyword itu penting banget buat SEO. Gunakan kata kunci produkmu di judul, deskripsi awal, dan bullet points. Misalnya kamu jual sepatu kulit handmade:

Keyword utama: handmade leather shoes

Contoh deskripsi pendek:

These handmade leather shoes combine durability and timeless design, perfect for casual or formal wear.

Jangan over-optimize atau spam keyword ya, karena bisa dianggap unnatural dan malah diturunin rank-nya. Cukup sebutkan 2-3 kali dengan konteks yang alami.

Tools seperti Ubersuggest, Google Keyword Planner, atau riset di marketplace bisa bantu kamu temuin keyword yang tepat.

9. Tambahkan Call to Action yang Natural

Setelah semua info ditulis, jangan lupa tutup deskripsimu dengan CTA (Call to Action). Kalimat ini bantu arahkan calon pembeli untuk segera klik atau ambil tindakan. Tapi CTA-nya jangan terlalu maksa atau seperti iklan TV. Hindari yang terlalu formal. Lebih baik pakai gaya yang ringan dan friendly:

“Get yours before it sells out!”

“Add to cart and feel the difference today.”

“Try it now and thank us later.”

CTA yang terdengar alami dan nggak mengintimidasi cenderung lebih disukai, terutama sama pembeli dari generasi muda.

10. Lakukan Proofreading, Jangan Langsung Upload

Setelah kamu selesai nulis, tahan dulu. Baca lagi dari awal. Biasanya kamu bakal nemuin typo, kalimat yang terlalu panjang, atau frasa yang bisa ditulis lebih sederhana.

Kalau bisa, minta orang lain buat baca juga. Telinga orang lain sering lebih jeli dari pada mata kita sendiri. 

Kamu juga bisa baca deskripsimu dengan suara keras. Kalau pas dibaca kedengarannya kaku atau aneh, tandanya perlu diubah.

Siap Nulis Deskripsi Produk Bahasa Inggris yang Lebih Menjual?

Nah, sekarang kamu udah punya bekal lengkap buat bikin deskripsi produk Bahasa Inggris yang nggak cuma rapi, tapi juga menjual dan cocok buat pasar internasional.

Tapi… kalau kamu masih suka bingung grammar, gampang stuck pas mau nulis, atau pengen lingkungan yang bisa bantu kamu praktik Bahasa Inggris tiap hari, mending langsung aja gabung di program Kampung Inggris Jakarta.

Nah, kalau KIPers mau belajar bahasa Inggris dengan cara yang seru, intensif, dan hasilnya nyata, kamu butuh tempat yang tepat. Kampung Inggris Plus punya solusinya lewat Program Reguler.

Siap jago bahasa Inggris buat menunjang karir dan bisnismu? Yuk, gabung dan rasakan serunya belajar di Kampung Inggris Plus sekarang juga!