Halo, KIPers! Mimin yakin banget, di antara kalian pasti ada yang lagi semangat-semangatnya berburu beasiswa. Nah, ngomongin beasiswa, ada satu hal yang sering kali jadi momok buat banyak orang, yaitu esai. Apalagi kalau esainya harus ditulis dalam bahasa Inggris. Rasanya kayak, “Aduh, ini mau nulis apa, ya? Mulai dari mana?”

Banyak yang gagal bukan karena nilainya jelek atau prestasinya kurang, tapi karena essay-nya nggak mampu “menjual” potensi diri. Salah satu hal penting di sini adalah struktur essay bahasa Inggris untuk beasiswa yang rapi, jelas, dan memikat pembaca sejak awal.

Bayangkan saja, pihak pemberi beasiswa menerima ratusan bahkan ribuan essay setiap tahun. Kalau struktur tulisanmu berantakan, pesan yang ingin kamu sampaikan bisa hilang di tengah jalan. 

Makanya, mimin mau ngajak kamu bedah satu per satu bagian penting yang harus ada, plus tips praktis biar essay kamu punya alur yang mantap.

1. Introduction: Pembuka yang Menarik dan Relevan

KIPers, kalau diibaratkan, pembuka essay itu sama seperti kesan pertama saat interview kerja yang nantinya akan menentukan apakah reviewer mau terus membaca atau langsung menaruh essay kamu di tumpukan karena kurang menarik. 

Makanya, di bagian ini kamu perlu bikin pembaca hooked hanya dalam beberapa kalimat pertama.

Hindari pembukaan kaku seperti “My name is John and I am applying for this scholarship”. Itu terlalu datar dan terkesan template. Lebih baik gunakan gaya yang memancing rasa ingin tahu atau langsung memberi gambaran kepribadian kamu.

Beberapa ide pembuka yang bisa bikin reviewer tertarik:

  • Storytelling singkat: Ceritakan momen yang mengubah cara pandang kamu atau menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan studi.
  • Data atau fakta unik: Sajikan angka atau informasi menarik yang relevan dengan bidang beasiswa.
  • Kutipan tokoh terkenal: Gunakan kutipan yang sejalan dengan visi kamu, lalu hubungkan ke tujuan beasiswa.

Pastikan pembuka memuat dua hal penting yakni, tujuan atau motivasi kamu, dan kaitan latar belakang dengan alasan melamar beasiswa. 

Misalnya, kalau kamu mau beasiswa di bidang pendidikan, sambungkan cerita pribadimu dengan masalah akses pendidikan di daerahmu.

2. Body Paragraph 1: Latar Belakang dan Pengalaman

Di bagian ini, KIPers perlu membuat reviewer kenal sama kamu, bukan cuma lewat biodata, tapi lewat cerita dan pencapaian yang relevan. Anggap ini sebagai “bukti” bahwa kamu adalah kandidat tepat untuk beasiswa.

Ceritakan latar belakang pendidikan atau perjalanan hidup yang ada kaitannya dengan bidang studi yang kamu tuju. Kalau punya pengalaman organisasi, kerja, atau proyek sosial, jelaskan secara spesifik. 

Tips menulis bagian ini:

  • Gunakan urutan kronologis biar mudah diikuti.
  • Soroti pencapaian yang inline dengan tujuan beasiswa.
  • Sertakan detail kuantitatif bila memungkinkan.

Bagian ini akan membantu reviewer melihat track record kamu. Jadi kalau nanti di paragraf selanjutnya kamu bicara soal tujuan, mereka akan percaya bahwa kamu bisa mewujudkannya.

Baca Juga: Cara Bikin Opening Essay Beasiswa yang Menarik

3. Body Paragraph 2: Tujuan Akademik dan Karier

Beasiswa umumnya diberikan untuk mereka yang punya visi jelas. Jadi, di sini, jelaskan dua hal utama: tujuan akademik jangka pendek dan tujuan karier jangka panjang.

  • Jangka pendek: Apa yang ingin kamu capai setelah mendapatkan beasiswa ini? Misalnya lulus S2, mendapatkan sertifikasi tertentu, atau riset di bidang spesifik.
  • Jangka panjang: Apa dampak yang ingin kamu buat di masyarakat atau di bidang keahlianmu?

Hubungkan tujuan tersebut dengan isu atau tantangan global/ lokal yang relevan. Misalnya, jika kamu melamar beasiswa bidang renewable energy, bisa kamu kaitkan dengan isu krisis energi di daerah kamu.

Bagian ini menunjukkan bahwa kamu tidak hanya ingin belajar demi gelar, tetapi juga punya rencana yang terarah dan berdampak.

4. Body Paragraph 3: Kenapa Memilih Beasiswa dan Institusi Ini

Banyak pelamar lupa bahwa reviewer ingin tahu alasan kamu memilih program atau institusi mereka. Bagian ini sangat penting untuk membuktikan bahwa kamu sudah melakukan riset, bukan asal daftar.

Hal yang bisa kamu sebutkan:

  • Reputasi kampus/program: Apakah universitas tersebut terkenal di bidang yang kamu pilih?
  • Fasilitas dan sumber daya: Laboratorium, perpustakaan, atau pusat riset yang relevan dengan rencana studi kamu.
  • Jaringan alumni dan peluang kolaborasi: Apakah ada peluang magang, riset, atau kolaborasi internasional?

Dengan begini, reviewer bakal tahu bahwa pilihanmu tepat dan terencana.

5. Conclusion: Penutup yang Menguatkan

Penutup bukan sekadar ucapan terima kasih. Ini kesempatan untuk mengulang poin penting dan meninggalkan kesan terakhir yang kuat. Yang perlu ada di penutup:

  • Ringkasan motivasi dan tujuan kamu.
  • Penegasan kembali komitmen untuk berkontribusi setelah beasiswa.
  • Nada optimis dan percaya diri.

Full Scholarship Essay Template (in English)

Title (optional): [Your Field/Program Name] Scholarship Application Essay

Introduction (Opening Paragraph)

Growing up in [your hometown/region] with [challenge/limitation you faced], I developed a deep passion for [your passion/field]. This passion has guided my academic and personal journey, inspiring me to [state your main goal or motivation].

Body Paragraph 1: Background and Experiences

During my [academic journey / volunteer work / professional experience], I have been actively involved in [specific activity/program/project]. This experience allowed me to [mention your contribution] and resulted in [impact/result with measurable detail].

Body Paragraph 2: Academic and Career Goals

In the short term, my academic goal is to [state short-term goal] through [program/degree name]. In the long term, I aim to [state long-term career goal] and contribute to [community/industry/global challenge].

Body Paragraph 3: Why This Scholarship and Institution

I am particularly drawn to [scholarship name/institution] because of its [highlight strengths: facilities, research focus, alumni network, or reputation]. The program’s [specific feature] aligns perfectly with my career vision to [your mission/goal].

Conclusion: Strong Closing

With this scholarship, I will [state what you will gain/achieve] and [state your future contribution]. I am confident that this opportunity will enable me to [mention long-term impact].

Kursus IELTS untuk Bikin Essay yang Terstruktur

Kalau KIPers sudah paham struktur ini, nulis essay bahasa Inggris untuk beasiswa bakal jauh lebih terarah. Ingat, essay yang bagus bukan cuma tentang bahasa yang rapi, tapi juga cerita yang kuat dan alur yang jelas.

Kalau kamu mau lebih percaya diri bikin essay beasiswa yang tembus seleksi internasional, mimin sarankan ikut kursus IELTS bareng Kampung Inggris Plus di Jakarta

Di sana, kamu bakal dapat latihan intensif nulis academic essay, simulasi interview, plus bimbingan grammar yang bikin tulisanmu makin mantap.