Buat kamu yang pengen kuliah ke luar negeri lewat jalur beasiswa, satu tantangan paling sering bikin deg-degan adalah Skor IELTS. Bener nggak, KIPers?
Entah kamu ngincer beasiswa LPDP, Chevening, AAS, Erasmus, atau program lainnya, pasti ada bagian syarat yang tulisannya IELTS overall minimum score: 6.5 (no band below 6.0). Kelihatannya sepele, tapi banyak pelamar yang akhirnya gagal karena nilai IELTS-nya nggak nyampe.
Jadi, supaya langkah kamu nggak berhenti di tengah jalan, yuk kita bahas tuntas soal skor IELTS minimal untuk beasiswa-beasiswa populer dan gimana cara ampuh buat ngedapetinnya.
1. Standar Skor IELTS untuk Beasiswa LPDP
Beasiswa LPDP menetapkan skor minimal IELTS 6.5 untuk program Magister Luar Negeri jalur reguler dan 6.0 untuk Magister Dalam Negeri.
Angka ini adalah syarat mutlak yang ditetapkan oleh penyelenggara untuk memastikan kamu bisa bertahan hidup dan belajar di lingkungan akademik. Tanpa sertifikat yang memenuhi angka ini, aplikasi kamu bakal otomatis tertolak sistem sebelum dibaca reviewer.
Untuk jalur Reguler Luar Negeri, skor 6.5 itu biasanya bersifat overall band. Namun, KIPers harus jeli karena beberapa universitas top dunia yang masuk daftar LPDP minta skor lebih tinggi, misalnya 7.0 atau 7.5.
Jadi, LPDP mungkin meloloskan kamu dengan 6.5, tapi kalau kampus tujuanmu minta 7.0, kamu tetap nggak bisa dapat LoA (Letter of Acceptance).
Sedangkan untuk jalur Afirmasi (daerah tertinggal, prasejahtera, atau penyandang disabilitas), LPDP memberikan sedikit kelonggaran. Biasanya skor yang diminta bisa turun menjadi 6.0 untuk luar negeri. Ini adalah kesempatan emas yang diberikan pemerintah supaya akses pendidikan merata.
Baca Selengkapnya: Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat IELTS? Berikut Detailnya!
2. Standar Skor IELTS Beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship)
Australia Awards Scholarship (AAS) umumnya mensyaratkan skor IELTS minimal 5.0 hingga 6.0 tergantung pada jenjang studi dan kategori pelamar.
AAS sangat unik karena mereka menyediakan pelatihan bahasa Inggris pra-keberangkatan (Pre-Departure Training) yang intensif bagi penerima beasiswa terpilih. Jadi, skor awal yang kamu setor saat mendaftar belum tentu skor final yang dipakai buat masuk kampus.
Untuk pelamar jenjang Master (Masters Awards), skor minimal yang harus disubmit biasanya adalah 5.5 atau 6.0. Sedangkan untuk pelamar PhD, AAS mematok standar lebih tinggi, yaitu minimal 6.0.
Namun, ada kategori Equity Target Groups (seperti pelamar dari area fokus geografis tertentu atau disabilitas) yang diperbolehkan melampirkan skor 5.0.
Skor yang kamu kirim di awal ini gunanya untuk seleksi dokumen dan wawancara. Setelah kamu dinyatakan lolos sebagai awardee, kamu bakal dikirim ke Bali atau Jakarta untuk pelatihan EAP (English for Academic Purposes).
Di sana, kamu akan digembleng sampai skor IELTS kamu naik memenuhi syarat universitas Australia, yang rata-rata minta 6.5.
3. Minimum Skor IELTS Chevening (UK)
Beasiswa Chevening sebenarnya telah menghapus syarat sertifikat bahasa Inggris sebagai dokumen wajib di tahap awal pendaftaran sejak tahun 2020.
Artinya, kamu bisa submit aplikasi beasiswa Chevening tanpa melampirkan sertifikat IELTS di portal mereka. Tapi, jangan senang dulu karena ini ada plot twist-nya. Meskipun Chevening tidak memintanya di awal, kamu tetap wajib mendapatkan Unconditional LoA dari universitas di Inggris untuk bisa berangkat.
Nah, hampir semua kampus di Inggris mewajibkan skor IELTS (biasanya jenis UKVI) dengan angka rata-rata 6.5 hingga 7.0. Selain itu, mereka sangat ketat pada nilai per bagian (no band less than 6.0).
Jadi secara tidak langsung, skor IELTS untuk beasiswa Chevening tetaplah tinggi mengikuti standar universitas tujuanmu.
Jika kamu mendaftar ke kampus top seperti LSE, Oxford, atau Cambridge, bersiaplah dengan tuntutan skor 7.5 dengan minimal 7.0 di setiap komponen.
4. Standar Skor IELTS untuk Erasmus+ (Eropa)
Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD) umumnya meminta skor IELTS rata-rata 6.5, dengan tidak ada band di bawah 6.0. Program ini unik karena kamu akan berpindah-pindah negara setiap semester, jadi bahasa pengantarnya 100% Inggris.
Konsorsium universitas di Eropa ingin memastikan kamu nggak bakal gegar budaya akademik saat pindah dari Prancis ke Jerman lalu ke Spanyol.
Syarat ini bisa bervariasi tergantung jurusan yang kamu ambil. Jurusan Sastra atau Hukum biasanya mematok standar lebih sadis, bisa sampai 7.0 atau 7.5. Sedangkan jurusan teknik atau sains mungkin masih bisa mentolerir skor 6.5 asalkan kemampuan teknis kamu menonjol.
Satu hal yang perlu diperhatikan KIPers adalah jenis IELTS yang diminta. Mayoritas menerima IELTS Academic biasa, tapi pastikan kamu cek website spesifik program Erasmus yang kamu tuju.
Solusi Buat Kamu yang Mau Meningkatkan Skor IELTS
Kalau kamu ngerasa perlu panduan dan pendampingan biar bisa lolos beasiswa, mimin rekomendasiin buat ikut program IELTS Camp dari Kampung Inggris Plus. Program ini dibagi dua, asrama dan non-asrama, tinggal kamu pilih sesuai preferensi dan budget.
Intensive IELTS Camp 2 Minggu (Asrama)
Harga: Rp 2.090.000
Fitur: 5 sesi per hari, asrama English area, native speaker session, 2x simulasi tes, sertifikat, dan kaos gratis.
Intensive IELTS Camp 4 Minggu (Asrama)
Harga: Rp 3.780.000
Fitur lebih lengkap: 4x simulasi tes, kelas tambahan 2 bulan, plus konsultasi privat.
Ada juga versi non-asrama kalau kamu lebih nyaman tinggal di luar camp. Tapi tetap dapet semua fasilitas belajar dan pendampingan tutor.
Dan tenang aja, KIPers, kamu juga akan belajar bareng native speaker, dapet progress monitoring lewat aplikasi, dan dilatih pakai soal-soal real simulation IELTS yang paling update.
Jangan Biarkan Skor IELTS Jadi Penghalang Beasiswamu!
Jangan tunggu sampai H-30 baru panik nyari cara ningkatin skor IELTS, apalagi kalau target kamu universitas top di luar negeri. IELTS bukan cuma syarat formalitas, tapi bukti kesiapan kamu buat survive di dunia akademik internasional.
Kalau kamu udah nentuin tahun depan mau daftar beasiswa LPDP, AAS, Chevening, atau Erasmus, sekarang waktunya buat fokus ke persiapan IELTS secara intensif dan terstruktur.
Langsung aja pilih program IELTS Camp yang cocok buat kamu dan jadikan skor IELTS-mu bukan cuma cukup, tapi luar biasa!