“Will” dan “going to” sama-sama digunakan untuk membicarakan masa depan, tapi keduanya tidak bisa dipakai secara bergantian begitu saja.
Salah pilih bisa mengubah nuansa kalimat dan membuat ucapanmu terdengar kurang natural. Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya secara lengkap agar kamu bisa memilih dengan tepat di setiap situasi.
Pengertian dan Rumus Will
“Will” adalah modal verb yang digunakan untuk menyatakan tindakan atau kejadian di masa depan. Will sering digunakan untuk keputusan spontan, prediksi, janji, dan penawaran.
Rumus:
- Positif: Subject + will + Verb 1
- Negatif: Subject + will not (won’t) + Verb 1
- Tanya: Will + Subject + Verb 1?
Contoh kalimat:
- I will help you with that. (Saya akan membantumu dengan itu.)
- She won’t come to the party tonight. (Dia tidak akan datang ke pesta malam ini.)
- Will you marry me? (Maukah kamu menikah denganku?)
- Don’t worry, I’ll fix it. (Jangan khawatir, saya akan memperbaikinya.)
- It will rain tomorrow. (Besok akan hujan.)
Bentuk singkat “will” yang sering digunakan dalam percakapan adalah “‘ll” (I’ll, she’ll, they’ll, we’ll).
Pengertian dan Rumus Going To
“Going to” digunakan untuk menyatakan rencana atau niat yang sudah dipikirkan sebelumnya, serta prediksi berdasarkan bukti yang terlihat saat ini.
Rumus:
- Positif: Subject + am/is/are + going to + Verb 1
- Negatif: Subject + am/is/are + not + going to + Verb 1
- Tanya: Am/Is/Are + Subject + going to + Verb 1?
Contoh kalimat:
- I am going to visit my parents this weekend. (Saya akan mengunjungi orang tua saya akhir pekan ini.)
- She is going to study abroad next year. (Dia akan belajar ke luar negeri tahun depan.)
- Are you going to attend the conference? (Apakah kamu akan menghadiri konferensi itu?)
- They aren’t going to sell the house. (Mereka tidak akan menjual rumah itu.)
- Look at those clouds. It’s going to rain. (Lihat awan-awan itu. Sebentar lagi akan hujan.)
Dalam percakapan informal, “going to” sering disingkat menjadi “gonna” (I’m gonna, she’s gonna, they’re gonna).
Perbedaan Utama Will dan Going To
Berikut adalah perbedaan-perbedaan kunci yang perlu kamu pahami.
1. Keputusan Spontan vs Rencana yang Sudah Dipikirkan
Ini adalah perbedaan paling fundamental antara will dan going to.
Will digunakan untuk keputusan yang dibuat secara spontan, saat itu juga, tanpa perencanaan sebelumnya.
- A: “I’m so hungry.” B: “I’ll make you a sandwich.” (Saya akan membuatkan sandwich untukmu.)
- “The phone is ringing. I’ll get it.” (Teleponnya bunyi. Saya akan mengangkatnya.)
- “Oh no, I forgot my wallet. I’ll go back and get it.” (Oh tidak, saya lupa dompet. Saya akan kembali mengambilnya.)
Going to digunakan untuk rencana atau keputusan yang sudah dipikirkan atau direncanakan sebelumnya.
- “I’m going to start a new diet next Monday.” (Saya akan mulai diet baru Senin depan.)
- “We’re going to renovate the kitchen this summer.” (Kami akan merenovasi dapur musim panas ini.)
- “She’s going to apply for a scholarship.” (Dia akan mendaftar beasiswa.)
2. Prediksi: Opini vs Bukti
Baik will maupun going to bisa digunakan untuk membuat prediksi, tetapi dasarnya berbeda.
Will digunakan untuk prediksi berdasarkan opini, keyakinan, atau feeling tanpa bukti konkret.
- “I think Indonesia will win the match.” (Saya rasa Indonesia akan memenangkan pertandingan.)
- “Technology will change the way we work.” (Teknologi akan mengubah cara kita bekerja.)
- “She’ll probably be late as usual.” (Dia mungkin akan terlambat seperti biasa.)
Going to digunakan untuk prediksi berdasarkan bukti nyata yang bisa dilihat atau dirasakan saat ini.
- “Look at those dark clouds. It’s going to rain.” (Lihat awan gelap itu. Akan hujan.)
- “She’s been studying all night. She’s going to ace the exam.” (Dia belajar semalaman. Dia pasti akan berhasil di ujian.)
- “Be careful! That glass is going to fall!” (Hati-hati! Gelas itu akan jatuh!)
- “He looks very pale. I think he’s going to faint.” (Dia terlihat sangat pucat. Saya rasa dia akan pingsan.)
3. Janji, Penawaran, dan Permintaan
Will digunakan untuk janji, penawaran bantuan, dan permintaan. Going to tidak digunakan untuk fungsi ini.
Janji:
- “I will always love you.” (Saya akan selalu mencintaimu.)
- “I won’t tell anyone your secret.” (Saya tidak akan memberitahu siapapun rahasiamu.)
- “I will pay you back by Friday.” (Saya akan mengembalikan uangmu sebelum Jumat.)
Penawaran:
- “You look tired. I’ll drive you home.” (Kamu terlihat lelah. Saya akan mengantarmu pulang.)
- “Don’t worry about dinner. I’ll cook tonight.” (Jangan khawatir soal makan malam. Saya akan masak malam ini.)
- “I’ll carry that for you.” (Saya akan membawakan itu untukmu.)
Permintaan:
- “Will you please close the door?” (Maukah kamu menutup pintu?)
- “Will you help me with this report?” (Maukah kamu membantuku dengan laporan ini?)
4. Ancaman dan Peringatan
Will digunakan untuk ancaman atau peringatan tegas.
- “If you don’t study, you will fail the exam.” (Kalau kamu tidak belajar, kamu akan gagal ujian.)
- “Stop or I’ll call the police.” (Berhenti atau saya akan memanggil polisi.)
Going to digunakan untuk peringatan berdasarkan situasi yang terlihat.
- “Watch out! You’re going to hit that car!” (Awas! Kamu akan menabrak mobil itu!)
- “Slow down! We’re going to crash!” (Pelan-pelan! Kita akan menabrak!)
Tabel Perbandingan Ringkas
| Aspek | Will | Going To |
|---|---|---|
| Keputusan | Spontan, saat itu juga | Sudah direncanakan sebelumnya |
| Prediksi | Berdasarkan opini/feeling | Berdasarkan bukti nyata |
| Janji | Ya | Tidak |
| Penawaran | Ya | Tidak |
| Permintaan | Ya | Tidak |
| Rumus | Subject + will + V1 | Subject + am/is/are + going to + V1 |
| Singkatan | ‘ll (I’ll, she’ll) | gonna (informal) |
Situasi dimana Keduanya Bisa Digunakan
Ada beberapa situasi dimana will dan going to bisa digunakan secara bergantian tanpa perubahan makna yang signifikan.
Prediksi umum tentang masa depan:
- “The world population will reach 10 billion by 2050.” ✓
- “The world population is going to reach 10 billion by 2050.” ✓
Rencana yang sudah pasti:
- “The concert will start at 8 PM.” ✓
- “The concert is going to start at 8 PM.” ✓
Meskipun keduanya bisa dipakai, ada nuansa halus. “Will” terdengar lebih formal dan objektif, sementara “going to” terdengar lebih conversational. Dalam konteks Kampung Inggris di Jakarta, perbedaan nuansa seperti ini sering dilatih melalui percakapan langsung agar kamu bisa merasakannya secara natural.
Contoh Percakapan yang Menunjukkan Perbedaan
Percakapan 1: Di rumah
- A: “What are your plans for the weekend?”
- B: “I’m going to clean the house and do some grocery shopping.” (Rencana yang sudah dipikirkan.)
- A: “Oh, I need some things from the store too.”
- B: “Sure, I**’ll** pick them up for you.” (Penawaran spontan.)
Percakapan 2: Di kantor
- A: “Have you decided about the project?”
- B: “Yes, I**’m going to** propose a new timeline to the client.” (Keputusan yang sudah dipikirkan.)
- A: “Good idea. When?”
- B: “I**’ll** send the email right now.” (Keputusan spontan.)
Percakapan 3: Di jalan
- A: “Look at those clouds!”
- B: “Yeah, it**’s going to** rain soon.” (Prediksi berdasarkan bukti.)
- A: “I didn’t bring an umbrella.”
- B: “Don’t worry, I**’ll** share mine with you.” (Penawaran spontan.)
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pelajar bahasa Inggris:
- Menggunakan “will” untuk rencana yang sudah dipikirkan. “I will visit my grandma this weekend” terdengar kurang natural jika ini adalah rencana yang sudah kamu buat. Lebih tepat: “I’m going to visit my grandma this weekend.”
- Menggunakan “going to” untuk keputusan spontan. Saat seseorang menjatuhkan buku dan kamu ingin membantu, “I’m going to pick that up for you” terdengar aneh karena menyiratkan kamu sudah merencanakan hal ini. Lebih tepat: “I’ll pick that up for you.”
- Menggunakan “going to” untuk janji. “I’m going to always love you” tidak natural. Gunakan “I will always love you.”
- Lupa menggunakan “am/is/are” sebelum “going to.” “I going to study” salah. Yang benar: “I am going to study” atau “I’m going to study.”
- Menggunakan “will” setelah “I think” untuk prediksi berbasis bukti. Jika ada bukti visual, gunakan going to. “Look, the baby is crying. I think she will be hungry” kurang tepat. Lebih baik: “Look, the baby is crying. I think she’s going to need feeding.”
Latihan: Pilih Will atau Going To
Tentukan apakah kalimat berikut lebih tepat menggunakan will atau going to.
- A: “I’m thirsty.” B: “I _____ get you some water.”
- We _____ move to a new apartment next month. We’ve already signed the lease.
- I think the economy _____ improve next year.
- Look at that car! It _____ crash into the wall!
- I promise I _____ be on time tomorrow.
Jawaban:
- I’ll get you some water. (Penawaran spontan.)
- We are going to move to a new apartment next month. (Rencana yang sudah pasti.)
- I think the economy will improve next year. (Prediksi berdasarkan opini.)
- Look at that car! It is going to crash into the wall! (Prediksi berdasarkan bukti.)
- I promise I will be on time tomorrow. (Janji.)
Kesimpulan
Perbedaan antara will dan going to terletak pada konteks penggunaannya: will untuk keputusan spontan, prediksi berdasarkan opini, janji, dan penawaran, sementara going to untuk rencana yang sudah dipikirkan dan prediksi berdasarkan bukti nyata. Meskipun ada situasi dimana keduanya bisa saling menggantikan, memahami perbedaan nuansanya akan membuat bahasa Inggrismu terdengar jauh lebih natural dan presisi.
Cara terbaik menguasai perbedaan ini adalah melalui banyak latihan percakapan. Di Kampung Inggris di Jakarta, kamu bisa berlatih menggunakan will dan going to dalam konteks percakapan nyata dengan bimbingan tutor profesional sehingga penggunaannya menjadi otomatis tanpa harus berpikir lama.