Salah satu keputusan penting yang harus diambil calon pendaftar LPDP adalah memilih antara TOEFL atau IELTS sebagai tes kemampuan bahasa Inggris. Kedua tes ini sama-sama diterima oleh LPDP, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

Artikel ini membahas perbedaan TOEFL dan IELTS secara lengkap untuk membantumu memilih tes yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Sekilas tentang TOEFL dan IELTS

Sebelum membahas perbedaan, mari kenali dulu kedua tes ini.

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

TOEFL dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat. Tes ini menggunakan bahasa Inggris Amerika dan lebih populer untuk pendaftaran ke universitas di Amerika Serikat dan Kanada.

Versi yang paling umum adalah TOEFL iBT (Internet-Based Test) yang dilakukan secara online di komputer.

IELTS (International English Language Testing System)

IELTS dikembangkan bersama oleh British Council, IDP Australia, dan Cambridge Assessment English. Tes ini menggunakan campuran bahasa Inggris British dan Amerika, dan lebih populer di Inggris, Australia, dan negara-negara Persemakmuran.

IELTS memiliki dua versi: Academic (untuk studi) dan General Training (untuk imigrasi dan kerja).

Persyaratan LPDP untuk TOEFL dan IELTS

LPDP menerima kedua tes dengan persyaratan skor sebagai berikut.

Skor Minimal TOEFL iBT

Program Skor Minimal
Luar Negeri (S2/S3) 80
Dalam Negeri (S2/S3) 70

Skor Minimal IELTS

Program Skor Minimal
Luar Negeri (S2/S3) 6.5
Dalam Negeri (S2/S3) 6.0

Konversi Skor

Berikut tabel konversi skor TOEFL iBT dan IELTS.

IELTS TOEFL iBT
6.0 60-78
6.5 79-93
7.0 94-101
7.5 102-109
8.0 110-114
8.5 115-117
9.0 118-120

Perbedaan Format Tes

Berikut perbedaan format antara TOEFL iBT dan IELTS Academic.

1. Listening

TOEFL iBT:

  • Durasi: 41-57 menit
  • Format: Mendengarkan lecture dan percakapan di lingkungan akademik
  • Soal: Multiple choice
  • Aksen: Amerika
  • Fitur: Bisa membuat catatan

IELTS:

  • Durasi: 30 menit + 10 menit transfer jawaban
  • Format: Mendengarkan percakapan sehari-hari dan monolog akademik
  • Soal: Beragam (fill in the blank, matching, multiple choice)
  • Aksen: Campuran (British, Australian, American)
  • Fitur: Soal hanya diputar sekali

2. Reading

TOEFL iBT:

  • Durasi: 54-72 menit
  • Jumlah teks: 3-4 passage akademik
  • Panjang teks: 700 kata per passage
  • Soal: Multiple choice
  • Topik: Akademik (sejarah, sains, sosial)

IELTS:

  • Durasi: 60 menit
  • Jumlah teks: 3 passage
  • Panjang teks: 2.150-2.750 kata total
  • Soal: Beragam (True/False/Not Given, matching, fill in the blank)
  • Topik: Akademik dari berbagai sumber

3. Writing

TOEFL iBT:

  • Durasi: 50 menit
  • Tugas 1: Integrated task (membaca, mendengar, menulis) – 20 menit
  • Tugas 2: Independent task (esai opini) – 30 menit
  • Penilaian: Holistic scoring 0-5, dikonversi ke 0-30

IELTS:

  • Durasi: 60 menit
  • Task 1: Mendeskripsikan grafik/diagram – 20 menit, minimal 150 kata
  • Task 2: Esai argumentatif – 40 menit, minimal 250 kata
  • Penilaian: Band score 1-9

4. Speaking

TOEFL iBT:

  • Durasi: 17 menit
  • Format: Berbicara ke mikrofon komputer
  • Tugas: 4 tasks (independent dan integrated)
  • Interaksi: Tidak ada interaksi langsung dengan manusia

IELTS:

  • Durasi: 11-14 menit
  • Format: Wawancara tatap muka dengan examiner
  • Tugas: 3 parts (introduction, long turn, discussion)
  • Interaksi: Percakapan langsung dengan examiner

Perbedaan Sistem Penilaian

Sistem penilaian TOEFL dan IELTS berbeda secara signifikan.

TOEFL iBT

  • Skala: 0-120 (total dari 4 komponen)
  • Setiap komponen: 0-30
  • Skor adalah penjumlahan dari keempat komponen
  • Contoh: L:25 + R:28 + W:24 + S:23 = Total 100

IELTS

  • Skala: 1-9 (band score)
  • Setiap komponen: 1-9
  • Skor overall adalah rata-rata dari keempat komponen
  • Contoh: L:7.0 + R:7.5 + W:6.5 + S:7.0 = Overall 7.0

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Tes

Berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan TOEFL dan IELTS.

Kelebihan TOEFL

  1. Konsistensi penilaian – Dinilai oleh komputer (kecuali Speaking dan Writing), mengurangi subjektivitas
  2. Familiar untuk pengguna Amerika – Cocok jika target universitas di AS
  3. Format seragam – Semua soal multiple choice untuk Reading dan Listening
  4. Bisa mengulang bagian – Di beberapa bagian, bisa kembali ke soal sebelumnya

Kekurangan TOEFL

  1. Speaking ke komputer – Tidak ada interaksi manusia, bisa terasa tidak natural
  2. Integrated tasks – Writing Task 1 membutuhkan skill listening dan reading juga
  3. Durasi panjang – Total sekitar 3 jam, bisa melelahkan
  4. Hanya format komputer – Tidak ada pilihan paper-based

Kelebihan IELTS

  1. Speaking tatap muka – Lebih natural, bisa meminta klarifikasi jika perlu
  2. Variasi soal – Tidak hanya multiple choice, menguji berbagai skill
  3. Diterima lebih luas – Hampir semua negara berbahasa Inggris menerima IELTS
  4. Pilihan format – Ada computer-based dan paper-based

Kekurangan IELTS

  1. Subjektivitas penilaian – Speaking dan Writing dinilai manusia
  2. Variasi aksen – Listening menggunakan berbagai aksen yang mungkin tidak familiar
  3. Tidak bisa kembali – Di Listening, soal hanya diputar sekali
  4. Time management – Reading dan Writing membutuhkan manajemen waktu yang ketat

Tes Mana yang Lebih Mudah?

Pertanyaan ini sangat subjektif karena tergantung pada kekuatan dan preferensi masing-masing orang.

TOEFL Mungkin Lebih Cocok Jika:

  • Kamu lebih familiar dengan aksen Amerika
  • Kamu lebih nyaman dengan format multiple choice
  • Kamu tidak nyaman berbicara langsung dengan orang
  • Target universitasmu di Amerika Serikat atau Kanada
  • Kamu terbiasa mengerjakan tes di komputer

IELTS Mungkin Lebih Cocok Jika:

  • Kamu lebih nyaman dengan interaksi langsung
  • Kamu terbiasa dengan berbagai aksen bahasa Inggris
  • Kamu lebih suka variasi jenis soal
  • Target universitasmu di Inggris, Australia, atau Eropa
  • Kamu lebih suka menulis di kertas (paper-based)

Pertimbangan untuk Memilih

Berikut faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih antara TOEFL dan IELTS.

1. Persyaratan Universitas

Beberapa universitas hanya menerima salah satu tes atau memiliki preferensi. Cek persyaratan universitas tujuanmu terlebih dahulu.

2. Ketersediaan Jadwal Tes

Cek jadwal tes yang tersedia di kotamu. Jika salah satu tes memiliki jadwal yang lebih sesuai dengan timelinemu, itu bisa menjadi pertimbangan.

3. Biaya

Biaya TOEFL iBT dan IELTS relatif sama, sekitar Rp3.000.000 – Rp3.500.000. Namun, harga bisa bervariasi tergantung lokasi dan penyelenggara.

4. Kekuatan dan Kelemahan Pribadi

Ambil diagnostic test untuk kedua format dan lihat mana yang memberikan hasil lebih baik. Ini bisa menjadi indikator tes mana yang lebih cocok untukmu.

5. Waktu Persiapan

Jika kamu sudah familiar dengan salah satu format, memilih tes tersebut bisa menghemat waktu persiapan.\

Kesimpulan: TOEFL atau IELTS?

Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Keduanya sama-sama diterima oleh LPDP dan sebagian besar universitas di dunia.

Pilih TOEFL jika: Target utamamu adalah universitas di AS/Kanada, kamu nyaman dengan format komputer dan multiple choice, dan kamu lebih suka berbicara ke mikrofon daripada tatap muka.

Pilih IELTS jika: Target utamamu adalah universitas di UK/Australia/Eropa, kamu lebih nyaman dengan interaksi langsung, dan kamu lebih suka variasi jenis soal.

Yang terpenting adalah memilih satu tes dan fokus mempersiapkannya dengan baik, daripada bingung di antara keduanya.

Baca Selengkapnya: Jadwal Pendaftaran LPDP Timeline

Memilih antara TOEFL dan IELTS adalah keputusan personal yang harus didasarkan pada kebutuhan dan preferensimu. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa membuat keputusan yang tepat dan fokus mempersiapkan tes pilihanmu.

Sudah memutuskan untuk mengambil IELTS? Bergabunglah dengan IELTS Camp dan dapatkan persiapan terbaik untuk meraih skor impianmu!