Interview atau wawancara adalah tahap krusial dalam seleksi beasiswa. Di tahap ini, kemampuan speaking bahasa Inggris menjadi penentu apakah kamu mampu meyakinkan interviewer bahwa kamu layak mendapatkan beasiswa.

Banyak kandidat yang sudah memiliki prestasi akademik gemilang dan esai yang kuat, tetapi gugur di tahap wawancara karena tidak mampu mengkomunikasikan ide dengan baik dalam bahasa Inggris. Artikel ini akan membahas cara latihan speaking yang efektif untuk menghadapi interview beasiswa.

Mengapa Speaking Penting dalam Interview Beasiswa?

Interview beasiswa bukan sekadar formalitas. Ini adalah kesempatan bagi interviewer untuk menilai kepribadian, motivasi, dan kemampuan komunikasimu secara langsung. Dalam waktu singkat, kamu harus mampu menunjukkan siapa dirimu dan mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa.

Kemampuan speaking yang baik menunjukkan bahwa kamu siap untuk belajar di lingkungan internasional, mampu berkomunikasi dengan dosen dan kolega dari berbagai negara, serta memiliki kepercayaan diri yang diperlukan untuk sukses di program studi.

Jenis Pertanyaan dalam Interview Beasiswa

Sebelum berlatih, penting untuk memahami jenis pertanyaan yang biasa muncul dalam interview beasiswa.

Pertanyaan tentang Diri Sendiri

Interviewer ingin mengenal siapa kamu. Pertanyaan seperti “Tell me about yourself”, “What are your strengths and weaknesses?”, atau “Describe a challenge you’ve overcome” sering muncul di awal wawancara.

Jawaban untuk pertanyaan ini harus ringkas tetapi informatif, menunjukkan kepribadian dan karaktermu.

Pertanyaan tentang Motivasi

Interviewer ingin tahu mengapa kamu menginginkan beasiswa ini. “Why do you want to pursue this degree?”, “Why did you choose this university?”, atau “What motivates you to study abroad?” adalah contoh pertanyaan yang menguji motivasimu.

Pertanyaan tentang Rencana Studi

Interviewer ingin memastikan kamu memiliki rencana yang jelas. “What do you hope to achieve from this program?”, “How does this degree fit into your career plans?”, atau “What specific topics interest you?” menguji kesiapanmu.

Pertanyaan tentang Kontribusi

Beasiswa adalah investasi. Interviewer ingin tahu apa yang akan kamu berikan setelah lulus. “How will you contribute to your country after graduation?”, “What impact do you want to make?”, atau “How will you use this education?” adalah pertanyaan umum.

Pertanyaan Situasional

Beberapa interviewer memberikan skenario untuk melihat cara berpikirmu. “What would you do if you faced this situation?” atau “How would you handle this challenge?” menguji kemampuan problem-solving dan adaptasimu.

Teknik Latihan Speaking yang Efektif

Berikut teknik-teknik latihan speaking yang bisa kamu terapkan untuk persiapan interview beasiswa.

1. Shadowing

Shadowing adalah teknik meniru cara bicara native speaker. Dengarkan podcast, video, atau rekaman wawancara dalam bahasa Inggris, lalu ulangi apa yang mereka katakan dengan intonasi dan pengucapan yang sama.

Teknik ini membantu meningkatkan pronunciation, intonasi, dan kelancaran berbicara. Lakukan secara rutin minimal 15-30 menit setiap hari.

2. Record and Review

Rekam dirimu saat menjawab pertanyaan wawancara, lalu dengarkan kembali. Identifikasi kesalahan grammar, filler words yang terlalu sering (um, uh, like), atau bagian yang terdengar tidak natural.

Dengan mendengarkan rekamanmu sendiri, kamu bisa memperbaiki kelemahan secara spesifik.

3. Mirror Practice

Berlatih di depan cermin membantu kamu memperhatikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata saat berbicara. Interview bukan hanya soal apa yang kamu katakan, tetapi juga bagaimana kamu mengatakannya.

Pastikan ekspresimu terlihat percaya diri dan antusias, bukan tegang atau datar.

4. Mock Interview

Lakukan simulasi wawancara dengan teman, mentor, atau tutor. Minta mereka memberikan pertanyaan secara acak dan berikan feedback setelah selesai.

Mock interview membantu kamu terbiasa dengan tekanan situasi wawancara yang sebenarnya.

5. Think Aloud Practice

Biasakan berpikir dan berbicara dalam bahasa Inggris secara bersamaan. Saat melakukan aktivitas sehari-hari, coba jelaskan apa yang kamu lakukan dalam bahasa Inggris.

Ini membantu otakmu memproses bahasa Inggris secara natural tanpa perlu menerjemahkan dari bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Struktur Jawaban yang Efektif

Jawaban yang baik dalam interview memiliki struktur yang jelas. Berikut beberapa framework yang bisa digunakan.

STAR Method

STAR (Situation, Task, Action, Result) sangat efektif untuk menjawab pertanyaan behavioral atau pengalaman.

Situation: Jelaskan konteks atau latar belakang situasi. Task: Jelaskan tugas atau tantangan yang kamu hadapi. Action: Jelaskan tindakan spesifik yang kamu ambil. Result: Jelaskan hasil atau dampak dari tindakanmu.

Contoh: “Tell me about a time when you showed leadership.”

“In my final year of university (Situation), our research team was struggling to meet the deadline for an international conference (Task). I took initiative to reorganize our workflow, assigned clear responsibilities, and set up daily check-ins (Action). We successfully submitted our paper on time and it was accepted for presentation (Result).”

PREP Method

PREP (Point, Reason, Example, Point) cocok untuk pertanyaan opini atau motivasi.

Point: Sampaikan poin utamamu. Reason: Jelaskan alasannya. Example: Berikan contoh konkret. Point: Ulangi poin utama sebagai kesimpulan.

Contoh: “Why do you want to study in the UK?”

“I want to study in the UK because it offers world-class education in my field (Point). The UK has leading research institutions in renewable energy with cutting-edge facilities (Reason). For instance, Imperial College London has pioneering projects in solar energy that align with my research interests (Example). That’s why the UK is my top choice for pursuing my master’s degree (Point).”

Vocabulary dan Phrases untuk Interview

Memiliki vocabulary yang tepat membantu kamu menyampaikan ide dengan lebih baik. Berikut beberapa phrases yang berguna.

Memperkenalkan Diri

  • “I would describe myself as…”
  • “My background is in…”
  • “I have always been passionate about…”
  • “What drives me is…”

Menjelaskan Motivasi

  • “The main reason I’m applying is…”
  • “What attracted me to this program is…”
  • “I’m particularly interested in…”
  • “This opportunity aligns with my goal of…”

Menjelaskan Pengalaman

  • “During my time at…”
  • “One of my proudest achievements was…”
  • “This experience taught me…”
  • “I learned the importance of…”

Menjelaskan Rencana Masa Depan

  • “After completing this program, I plan to…”
  • “My long-term goal is…”
  • “I envision myself…”
  • “I hope to contribute by…”

Mengakhiri Jawaban

  • “In summary…”
  • “To conclude…”
  • “That’s why I believe…”
  • “I’m confident that…”

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Berikut kesalahan yang sering dilakukan kandidat saat interview beasiswa.

Menjawab Terlalu Panjang atau Pendek

Jawaban ideal berkisar 1-2 menit. Terlalu panjang membuat interviewer kehilangan fokus, terlalu pendek menunjukkan kurangnya persiapan.

Menggunakan Filler Words Berlebihan

“Um”, “uh”, “like”, “you know” yang terlalu sering menunjukkan kurangnya kepercayaan diri. Lebih baik diam sejenak untuk berpikir daripada mengisi dengan filler words.

Menghafal Jawaban

Jawaban yang terdengar dihafal akan terasa tidak natural. Pahami poin-poin utama yang ingin disampaikan, tetapi sampaikan dengan kata-katamu sendiri.

Tidak Menjawab Pertanyaan

Pastikan jawabanmu relevan dengan pertanyaan yang diberikan. Jangan menyimpang ke topik lain atau memberikan jawaban yang tidak diminta.

Berbicara Terlalu Cepat atau Lambat

Berbicara terlalu cepat menunjukkan kegugupan dan membuat interviewer sulit mengikuti. Terlalu lambat membuat percakapan terasa membosankan. Temukan tempo yang nyaman dan natural.

Kurang Antusias

Interview adalah kesempatan untuk menunjukkan passion-mu. Jika kamu terlihat tidak antusias, interviewer akan meragukan motivasimu.

Jadwal Latihan yang Disarankan

Berikut jadwal latihan speaking yang bisa diikuti menjelang interview beasiswa.

4-6 Minggu Sebelum Interview

Fokus pada peningkatan kemampuan speaking umum. Lakukan shadowing setiap hari, perbanyak menonton video dalam bahasa Inggris, dan biasakan berpikir dalam bahasa Inggris.

2-4 Minggu Sebelum Interview

Mulai berlatih menjawab pertanyaan interview. Buat daftar kemungkinan pertanyaan dan persiapkan outline jawaban untuk masing-masing. Lakukan record and review secara rutin.

1-2 Minggu Sebelum Interview

Intensifkan mock interview dengan teman atau mentor. Simulasikan kondisi interview yang sebenarnya, termasuk berpakaian rapi dan menjaga kontak mata.

Beberapa Hari Sebelum Interview

Review poin-poin penting yang ingin disampaikan. Jangan menghafal, tetapi pastikan kamu nyaman dengan materi. Istirahat yang cukup agar kondisi tubuh dan pikiran optimal.

Resources untuk Latihan Speaking

Berikut beberapa resources yang bisa membantu latihan speaking.

Aplikasi dan Platform

ELSA Speak untuk melatih pronunciation, Cambly atau iTalki untuk conversation practice dengan native speaker, dan YouTube untuk video interview tips dan contoh wawancara beasiswa.

Podcast

Dengarkan podcast berbahasa Inggris tentang topik yang kamu minati. Ini membantu meningkatkan listening sekaligus memperkaya vocabulary.

Komunitas

Bergabung dengan komunitas beasiswa seperti forum LPDP atau grup preparation di media sosial. Kamu bisa menemukan partner untuk latihan bersama.

Checklist Persiapan Speaking untuk Interview

Sebelum hari H, pastikan kamu sudah melakukan hal-hal berikut:

  • Memahami format dan durasi interview
  • Menguasai poin-poin utama tentang diri sendiri, motivasi, dan rencana
  • Berlatih menjawab berbagai jenis pertanyaan
  • Melakukan minimal 3-5 kali mock interview
  • Memperbaiki pronunciation dan intonasi
  • Mengurangi penggunaan filler words
  • Mempersiapkan pertanyaan untuk interviewer

Kemampuan speaking untuk interview beasiswa tidak datang dalam semalam. Diperlukan latihan konsisten dan strategi yang tepat untuk bisa tampil percaya diri dan meyakinkan di hadapan interviewer.

Mau meningkatkan kemampuan speaking bahasa Inggrismu secara intensif? Bergabunglah dengan IELTS Camp dan dapatkan bimbingan dari pengajar berpengalaman untuk meraih skor IELTS impian sekaligus mempersiapkan interview beasiswa!