Catatan: Informasi dalam artikel ini berdasarkan pengumuman resmi LPDP per November 2025.

Mulai tahun 2026, LPDP akan menerapkan kebijakan baru yang lebih terarah dalam pemberian beasiswa. Jika sebelumnya penerima bebas memilih jurusan dan kampus, kini pemerintah menetapkan bidang studi prioritas yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Perubahan ini membuat calon pendaftar harus lebih cermat dalam memilih program studi. Artikel ini akan membahas secara lengkap jurusan dan prodi yang menjadi prioritas LPDP 2026 beserta strategi untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Mengapa LPDP Mengubah Kebijakan di 2026?

Pemerintah menegaskan bahwa dana beasiswa harus sejalan dengan kepentingan negara, bukan sekadar pilihan individu. Kebijakan baru ini bertujuan untuk mencetak talenta unggul di sektor-sektor strategis yang dibutuhkan Indonesia.

Menko PMK Pratikno menambahkan bahwa LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang mampu menopang industri masa depan. Dengan begitu, beasiswa ini bukan hanya soal kesempatan studi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

8 Bidang Prioritas LPDP 2026

Pemerintah melalui LPDP resmi menetapkan delapan bidang studi prioritas yang akan menjadi fokus pembiayaan beasiswa mulai tahun 2026. Berikut penjelasan lengkap masing-masing bidang beserta contoh jurusan yang relevan.

1. Pangan

Bidang pangan menjadi prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Indonesia membutuhkan ahli-ahli yang mampu mengembangkan teknologi pertanian modern dan sistem pangan berkelanjutan.

Contoh jurusan yang relevan antara lain Teknologi Pangan, Agronomi, Ilmu Tanah, Agribisnis, Bioteknologi Pertanian, Nutrisi dan Teknologi Pakan, serta Manajemen Sumber Daya Lahan.

2. Energi

Sektor energi mencakup pengembangan energi baru terbarukan dan teknologi penyimpanan energi. Indonesia membutuhkan transisi energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Contoh jurusan yang relevan meliputi Teknik Energi Terbarukan, Teknik Elektro dengan spesialisasi energi, Teknik Kimia fokus energi, Teknik Perminyakan, Teknik Nuklir, serta Energy Policy and Management.

3. Maritim

Bidang maritim mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan wilayah laut yang luas, Indonesia memerlukan SDM berkualitas untuk mengelola potensi kelautan.

Contoh jurusan yang relevan antara lain Teknik Perkapalan, Ilmu Kelautan, Teknik Kelautan, Marine Engineering, Manajemen Sumber Daya Perairan, Teknologi Perikanan, serta Maritime Law and Policy.

4. Kesehatan

Bidang kesehatan selalu menjadi prioritas, terutama setelah pandemi. LPDP mendukung pengembangan biomedis, epidemiologi, dan layanan kesehatan modern untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Contoh jurusan yang relevan meliputi Kedokteran Spesialis, Kesehatan Masyarakat, Farmasi Klinis, Bioteknologi Medis, Epidemiologi, Manajemen Rumah Sakit, serta Keperawatan dan Kebidanan.

5. Digitalisasi

Sektor digitalisasi mencakup AI, siber, big data, hingga transformasi digital publik. Indonesia membutuhkan sekitar 100.000 talenta AI pada 2026 untuk mendukung industri 4.0.

Contoh jurusan yang relevan antara lain Ilmu Komputer dengan fokus AI, Data Science, Keamanan Siber, Rekayasa Perangkat Lunak, Internet of Things, Machine Learning, serta Digital Transformation.

6. Pertahanan

Bidang pertahanan meliputi strategi keamanan, teknologi pertahanan, serta geopolitik. Indonesia perlu memperkuat sistem pertahanan nasional dengan SDM yang kompeten.

Contoh jurusan yang relevan meliputi Studi Pertahanan, Hubungan Internasional fokus keamanan, Teknik Pertahanan, Cybersecurity for Defense, Geopolitik dan Strategi, serta Defense Technology.

7. Hilirisasi

Hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Pemerintah mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri.

Contoh jurusan yang relevan antara lain Teknik Metalurgi, Teknik Material, Teknik Kimia Industri, Teknik Pertambangan, Processing and Mineral Engineering, serta Industrial Chemistry.

8. Manufaktur Maju

Bidang manufaktur maju mencakup teknologi produksi modern seperti robotika, otomasi, dan nanoteknologi. Indonesia perlu meningkatkan daya saing industri manufaktur di tingkat global.

Contoh jurusan yang relevan meliputi Teknik Mesin fokus manufaktur, Robotika dan Otomasi, Teknik Industri, Nanoteknologi, Advanced Manufacturing, serta Mechatronics Engineering.

Baca Selengkapnya: Jadwal Pendaftaran LPDP Timeline

Kuota STEM dan Non-STEM

LPDP menargetkan 65 persen penerima beasiswa 2025-2026 berasal dari rumpun STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Sisanya 35 persen dialokasikan untuk bidang SHAPE (Social, Humanities, Arts for People and Economy).

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menegaskan bahwa LPDP tidak akan pernah 100 persen diarahkan ke STEM karena tetap membutuhkan non-STEM yang mendukung kemajuan teknologi. Bidang sosial humaniora tetap penting untuk menjaga keseimbangan pembangunan.

Perubahan Signifikan dalam Pemilihan Jurusan

Aturan baru LPDP 2026 tidak hanya berfokus pada nama fakultas, melainkan juga pada program studi yang lebih detail. Misalnya, dalam bidang STEM, fokusnya bukan sekadar Teknik secara umum, tetapi lebih spesifik seperti Teknik Lingkungan, Teknik Elektro dengan spesialisasi energi terbarukan, atau Ilmu Komputer dengan fokus kecerdasan buatan.

Perubahan ini menuntut calon pendaftar untuk melakukan riset lebih mendalam mengenai program studi yang akan diambil. Penting untuk memastikan pilihan tersebut tidak hanya sesuai dengan minat, tetapi juga selaras dengan prioritas yang ditetapkan dalam aturan baru 2026.

Daftar Kampus yang Direkomendasikan

Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, dan Kemenko PMK akan bersama-sama menentukan kampus dan bidang studi target untuk mengoptimalkan pengembangan SDM. Calon pendaftar tidak bisa lagi asal pilih kampus tanpa logika kontribusi nasional.

Kampus yang direkomendasikan umumnya memiliki pusat riset AI untuk kesehatan, program unggulan energi terbarukan, laboratorium maritim dan kelautan, atau fasilitas riset material maju. Reviewer akan lebih mudah menghubungkan pilihan kampus dengan roadmap LPDP 2026 jika spesifik dan relevan.

Tips Memilih Jurusan untuk LPDP 2026

Pertama, pastikan jurusan yang dipilih selaras dengan salah satu dari delapan bidang prioritas. Kedua, pilih program studi yang spesifik, bukan yang terlalu umum. Misalnya, bukan sekadar S2 Manajemen, tetapi S2 Management of Innovation in Energy Sector.

Ketiga, riset kampus yang memiliki keunggulan di bidang yang kamu pilih. Keempat, siapkan esai yang menjelaskan bagaimana studimu akan berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Kelima, hubungkan rencana studi dengan RPJMN 2025-2029 dan visi Indonesia Emas 2045.

Peluang untuk Jurusan Non-Prioritas

Meskipun fokus utama diberikan pada bidang STEM dan delapan sektor prioritas, jurusan di luar bidang tersebut masih memiliki peluang. Namun, persaingan akan jauh lebih ketat dan pertimbangan akan lebih selektif.

Calon pendaftar di bidang non-prioritas perlu menunjukkan keunggulan luar biasa dan alasan yang sangat kuat mengapa studi mereka penting bagi kemajuan Indonesia. Pastikan esai menjelaskan kontribusi nyata yang akan diberikan setelah lulus.

Kuota Khusus Daerah 3T

Sebagai bagian dari komitmen pemerataan, aturan baru LPDP 2026 mengalokasikan kuota khusus yang lebih besar untuk calon pendaftar dari daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak bangsa di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Daftar Universitas Tujuan LPDP Luar Negeri Terfavorit

Memahami jurusan dan prodi yang dicari LPDP 2026 adalah langkah awal yang krusial dalam persiapan mendaftar beasiswa. Dengan memilih bidang prioritas dan menyusun strategi yang tepat, peluang untuk lolos seleksi akan meningkat secara signifikan.

Untuk mempersiapkan skor IELTS yang dibutuhkan dalam pendaftaran LPDP, bergabunglah dengan IELTS Camp dan raih skor impianmu bersama pengajar berpengalaman!