Ulang tahun adalah momen spesial yang selalu dinantikan setiap orang. Perayaan ulang tahun, baik yang sederhana maupun meriah, memberikan kenangan indah yang layak untuk diceritakan.
Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Inggris, menceritakan pengalaman ulang tahun dalam bentuk recount text adalah cara menyenangkan untuk berlatih. Artikel ini menyajikan 6 contoh recount text tentang pengalaman ulang tahun lengkap dengan terjemahannya.
Contoh 1: Recount Text Pengalaman Ulang Tahun Kejutan dari Teman
Last month, I celebrated my 17th birthday, and it turned out to be the most memorable one I have ever had. My friends secretly planned a surprise party for me.
On the morning of my birthday, everything seemed normal. My parents wished me happy birthday, and I went to school as usual.
During lunch break, my best friend told me that we needed to go to the library for a group project. I did not suspect anything.
When I opened the library door, I was shocked. All my classmates were there, shouting “Surprise!” and holding balloons and confetti.
The room was beautifully decorated with banners that said “Happy Birthday.” There was a big chocolate cake with 17 candles on the table.
I was so touched that I almost cried. I had no idea they had been planning this for weeks.
My friends gave me wonderful gifts, including a photo album filled with our memories together. Each page had handwritten messages from my classmates.
We spent the lunch break eating cake, taking photos, and laughing together. It was such a joyful moment.
After school, my family took me to my favorite restaurant for dinner. They also gave me a new smartphone that I had been wanting for months.
That night, I went to bed feeling incredibly happy and grateful. I realized how blessed I am to have such amazing friends and family.
This birthday taught me that the best celebrations are not about expensive gifts but about the people who love you.
Terjemahan:
Bulan lalu, saya merayakan ulang tahun ke-17, dan ternyata menjadi ulang tahun paling berkesan yang pernah saya alami. Teman-teman saya diam-diam merencanakan pesta kejutan untuk saya.
Pada pagi hari ulang tahun, semuanya tampak normal. Orang tua saya mengucapkan selamat ulang tahun, dan saya pergi ke sekolah seperti biasa.
Saat istirahat makan siang, sahabat saya bilang kami harus pergi ke perpustakaan untuk proyek kelompok. Saya tidak curiga sama sekali.
Ketika saya membuka pintu perpustakaan, saya terkejut. Semua teman sekelas ada di sana, berteriak “Kejutan!” sambil memegang balon dan konfeti.
Ruangan didekorasi dengan indah dengan spanduk bertuliskan “Selamat Ulang Tahun.” Ada kue cokelat besar dengan 17 lilin di atas meja.
Saya sangat terharu sampai hampir menangis. Saya tidak tahu mereka sudah merencanakan ini selama berminggu-minggu.
Teman-teman saya memberi hadiah-hadiah indah, termasuk album foto berisi kenangan kami bersama. Setiap halaman memiliki pesan tulisan tangan dari teman sekelas.
Kami menghabiskan waktu istirahat makan kue, berfoto, dan tertawa bersama. Itu adalah momen yang sangat menyenangkan.
Setelah sekolah, keluarga saya mengajak makan malam di restoran favorit saya. Mereka juga memberi smartphone baru yang sudah saya inginkan selama berbulan-bulan.
Malam itu, saya tidur dengan perasaan sangat bahagia dan bersyukur. Saya menyadari betapa beruntungnya memiliki teman dan keluarga yang luar biasa.
Ulang tahun ini mengajarkan bahwa perayaan terbaik bukan tentang hadiah mahal tapi tentang orang-orang yang menyayangimu.
Contoh 2: Recount Text Pengalaman Ulang Tahun di Tempat Wisata
For my 18th birthday last year, my family took me on a trip to Bali. It was a birthday present I had been dreaming about for years.
We flew to Bali on my birthday eve and arrived late at night. We stayed at a beautiful resort near Kuta Beach.
On the morning of my birthday, I woke up to the sound of waves. My parents had decorated my room with balloons and a birthday banner while I was sleeping.
After breakfast, we went to Tanah Lot Temple to watch the sunrise. The view was absolutely breathtaking.
We spent the afternoon at Seminyak Beach, swimming and building sandcastles. My younger brother buried me in the sand, and we laughed so hard.
In the evening, my family surprised me with a special dinner at a beachfront restaurant. They had arranged for a birthday cake and live music.
When the sun started to set, the sky turned orange and pink. It was the most beautiful sunset I had ever seen.
The restaurant staff sang “Happy Birthday” while bringing out my cake. Other guests joined in, and I felt like a celebrity.
I made a wish and blew out the candles. My parents gave me a beautiful necklace as my birthday gift.
We stayed in Bali for three more days, visiting Ubud, the rice terraces, and the monkey forest. Every moment was magical.
This birthday trip created memories that I will cherish forever. I am grateful to my family for making my 18th birthday so special.
Terjemahan:
Untuk ulang tahun ke-18 tahun lalu, keluarga saya mengajak saya berlibur ke Bali. Itu adalah hadiah ulang tahun yang sudah saya impikan selama bertahun-tahun.
Kami terbang ke Bali pada malam sebelum ulang tahun dan tiba larut malam. Kami menginap di resort indah dekat Pantai Kuta.
Pada pagi ulang tahun, saya terbangun dengan suara ombak. Orang tua saya sudah mendekorasi kamar dengan balon dan spanduk ulang tahun saat saya tidur.
Setelah sarapan, kami pergi ke Pura Tanah Lot untuk melihat matahari terbit. Pemandangannya sangat menakjubkan.
Kami menghabiskan sore di Pantai Seminyak, berenang dan membuat istana pasir. Adik laki-laki saya mengubur saya di pasir, dan kami tertawa sangat keras.
Di malam hari, keluarga saya memberi kejutan makan malam spesial di restoran tepi pantai. Mereka sudah mengatur kue ulang tahun dan musik live.
Ketika matahari mulai terbenam, langit berubah menjadi oranye dan merah muda. Itu adalah sunset paling indah yang pernah saya lihat.
Staf restoran menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” sambil membawa kue. Tamu lain ikut bernyanyi, dan saya merasa seperti selebriti.
Saya membuat harapan dan meniup lilin. Orang tua saya memberi kalung cantik sebagai hadiah ulang tahun.
Kami tinggal di Bali tiga hari lagi, mengunjungi Ubud, sawah terasering, dan hutan monyet. Setiap momen terasa ajaib.
Perjalanan ulang tahun ini menciptakan kenangan yang akan saya hargai selamanya. Saya bersyukur kepada keluarga karena membuat ulang tahun ke-18 saya sangat istimewa.
Contoh 3: Recount Text Pengalaman Ulang Tahun Sederhana di Rumah
My 16th birthday last year was very simple, but it was still one of the best birthdays I have ever had. Due to the pandemic, we could not have a big party.
On that day, I woke up to the smell of my favorite breakfast – pancakes with chocolate syrup. My mother had woken up early to prepare it.
My father had decorated the living room with colorful streamers and balloons. There was a big “Happy Sweet 16” banner on the wall.
We had a small celebration with just my immediate family. My grandmother joined us through a video call from her home in another city.
My mother baked a homemade red velvet cake, my favorite. It was not as fancy as store-bought cakes, but it tasted much better because it was made with love.
We played board games and watched movies together. It had been a long time since we spent quality time like this as a family.
In the afternoon, my friends surprised me with a video call. They had made a compilation video of our memories together.
Watching the video made me emotional. I missed them so much and could not wait until we could meet again.
My parents gave me a beautiful journal and art supplies because they knew I loved drawing and writing. It was a thoughtful gift.
That night, I wrote in my new journal about how grateful I was. Even though the celebration was simple, I felt so loved.
This birthday taught me that happiness does not depend on grand celebrations. What matters most is being surrounded by people who care about you.
Terjemahan:
Ulang tahun ke-16 saya tahun lalu sangat sederhana, tapi tetap menjadi salah satu ulang tahun terbaik yang pernah saya alami. Karena pandemi, kami tidak bisa mengadakan pesta besar.
Pada hari itu, saya terbangun dengan aroma sarapan favorit – pancake dengan sirup cokelat. Ibu saya sudah bangun pagi untuk menyiapkannya.
Ayah saya sudah mendekorasi ruang tamu dengan pita warna-warni dan balon. Ada spanduk besar “Selamat Sweet 16” di dinding.
Kami mengadakan perayaan kecil hanya dengan keluarga inti. Nenek saya bergabung melalui video call dari rumahnya di kota lain.
Ibu saya membuat kue red velvet buatan sendiri, favorit saya. Tidak semewah kue dari toko, tapi rasanya jauh lebih enak karena dibuat dengan cinta.
Kami bermain board game dan menonton film bersama. Sudah lama kami tidak menghabiskan waktu berkualitas seperti ini sebagai keluarga.
Sore hari, teman-teman saya memberi kejutan dengan video call. Mereka sudah membuat video kompilasi kenangan kami bersama.
Menonton video itu membuat saya emosional. Saya sangat merindukan mereka dan tidak sabar sampai kami bisa bertemu lagi.
Orang tua saya memberi jurnal cantik dan perlengkapan seni karena mereka tahu saya suka menggambar dan menulis. Itu hadiah yang penuh perhatian.
Malam itu, saya menulis di jurnal baru tentang betapa bersyukurnya saya. Meskipun perayaannya sederhana, saya merasa sangat dicintai.
Ulang tahun ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada perayaan mewah. Yang paling penting adalah dikelilingi orang-orang yang peduli padamu.
Contoh 4: Recount Text Pengalaman Ulang Tahun Pertama di Perantauan
Last September, I celebrated my 19th birthday for the first time away from home. I had just started my first semester at a university in another city.
I woke up feeling a bit sad because I missed my family. Back home, my mother always woke me up with a birthday song.
I checked my phone and found many birthday messages from my family and friends. My parents had sent a long voice message expressing their love.
I thought I would spend the day alone in my dorm room. But my new roommate had other plans.
She woke up early and bought breakfast from my favorite cafe. She had remembered me mentioning it during our first week together.
After class, my roommate told me she needed help with something at the student center. When we arrived, I saw a group of my new college friends waiting.
They had organized a small birthday gathering for me. There was a simple cake, some snacks, and decorations.
I was so surprised and touched. I had only known these people for a few weeks, but they made me feel so welcome.
We ate cake, played games, and took lots of photos. My new friends made me laugh so much that I forgot I was homesick.
That evening, I video-called my family. They sang “Happy Birthday” together, and I blew out a candle on a cupcake my roommate had given me.
This birthday showed me that family is not just about blood relations. The people who care for you and make you feel loved are also family.
Terjemahan:
September lalu, saya merayakan ulang tahun ke-19 untuk pertama kalinya jauh dari rumah. Saya baru memulai semester pertama di universitas di kota lain.
Saya bangun dengan perasaan agak sedih karena merindukan keluarga. Di rumah, ibu selalu membangunkan saya dengan lagu ulang tahun.
Saya memeriksa ponsel dan menemukan banyak pesan ulang tahun dari keluarga dan teman. Orang tua saya mengirim pesan suara panjang mengungkapkan kasih sayang mereka.
Saya pikir akan menghabiskan hari sendirian di kamar asrama. Tapi teman sekamar baru saya punya rencana lain.
Dia bangun pagi dan membeli sarapan dari cafe favorit saya. Dia ingat saya menyebutkannya selama minggu pertama kami bersama.
Setelah kelas, teman sekamar bilang dia butuh bantuan di pusat mahasiswa. Ketika kami tiba, saya melihat sekelompok teman kuliah baru menunggu.
Mereka sudah mengorganisir acara ulang tahun kecil untuk saya. Ada kue sederhana, beberapa camilan, dan dekorasi.
Saya sangat terkejut dan terharu. Saya baru mengenal orang-orang ini beberapa minggu, tapi mereka membuat saya merasa sangat diterima.
Kami makan kue, bermain game, dan berfoto banyak. Teman-teman baru membuat saya tertawa sangat banyak sampai lupa saya sedang rindu rumah.
Malam itu, saya video call keluarga. Mereka menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” bersama, dan saya meniup lilin di cupcake yang diberikan teman sekamar.
Ulang tahun ini menunjukkan bahwa keluarga bukan hanya tentang hubungan darah. Orang-orang yang peduli dan membuatmu merasa dicintai juga adalah keluarga.
Baca Juga: 7 Contoh Recount Text Liburan ke Gunung Beserta Terjemahan
Contoh 5: Recount Text Pengalaman Merayakan Ulang Tahun Orang Tua
Two months ago, my siblings and I organized a surprise birthday party for our mother’s 50th birthday. We wanted to make it extra special because it was a milestone birthday.
We started planning a month in advance. We secretly invited all her friends, relatives, and colleagues.
My father helped us keep the secret. He told my mother they were going out for a simple dinner on her birthday.
On the big day, we transformed our backyard into a beautiful party venue. We hung fairy lights, set up tables, and arranged flowers everywhere.
My aunt helped us prepare traditional food that my mother loved. We also ordered a three-tier birthday cake with her photo on it.
When my parents arrived home, we turned off all the lights. My mother was confused about why the house was so dark.
As she opened the back door, everyone shouted “Surprise!” and the lights came on. My mother was so shocked that she started crying.
All fifty guests were there, including her childhood friends whom she had not seen in years. She could not believe we had managed to gather everyone.
We played a slideshow of her life, from baby photos to recent pictures. Everyone laughed and cried watching her journey.
My mother gave a speech thanking everyone for coming. She said it was the happiest day of her life.
Seeing my mother so happy made all our efforts worth it. This experience taught me the joy of giving happiness to others.
Terjemahan:
Dua bulan lalu, saya dan saudara-saudara mengorganisir pesta kejutan untuk ulang tahun ke-50 ibu. Kami ingin membuatnya ekstra istimewa karena ini ulang tahun milestone.
Kami mulai merencanakan sebulan sebelumnya. Kami diam-diam mengundang semua teman, kerabat, dan rekan kerjanya.
Ayah membantu kami menjaga rahasia. Dia bilang ke ibu bahwa mereka akan makan malam sederhana di hari ulang tahunnya.
Pada hari besar, kami mengubah halaman belakang menjadi tempat pesta yang indah. Kami menggantung lampu hias, menyiapkan meja, dan menata bunga di mana-mana.
Bibi membantu menyiapkan makanan tradisional yang ibu sukai. Kami juga memesan kue ulang tahun tiga tingkat dengan fotonya.
Ketika orang tua tiba di rumah, kami mematikan semua lampu. Ibu bingung mengapa rumah sangat gelap.
Saat dia membuka pintu belakang, semua orang berteriak “Kejutan!” dan lampu menyala. Ibu sangat terkejut sampai mulai menangis.
Semua lima puluh tamu ada di sana, termasuk teman masa kecilnya yang sudah bertahun-tahun tidak ditemui. Dia tidak percaya kami berhasil mengumpulkan semua orang.
Kami memutar slideshow tentang hidupnya, dari foto bayi sampai foto terbaru. Semua orang tertawa dan menangis melihat perjalanannya.
Ibu memberi pidato berterima kasih kepada semua yang datang. Dia bilang ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya.
Melihat ibu sangat bahagia membuat semua usaha kami sepadan. Pengalaman ini mengajarkan kebahagiaan memberi kebahagiaan kepada orang lain.
Contoh 6: Recount Text Pengalaman Ulang Tahun yang Tidak Terduga
My 15th birthday three years ago did not go as planned, but it ended up being unforgettable in a different way. I had been looking forward to a big party with all my friends.
However, on the morning of my birthday, I woke up with a high fever. I felt terrible and could barely get out of bed.
My mother canceled the party and took me to the doctor. I was diagnosed with a severe flu and had to rest at home.
I was so disappointed that I cried. All my plans were ruined, and I thought it would be the worst birthday ever.
But my family tried their best to make me feel better. My father bought my favorite soup from a restaurant downtown.
My younger sister made me a handmade birthday card with drawings of our family. It was simple but so heartwarming.
In the afternoon, my friends came to visit me one by one. They could not stay long because I was contagious, but their short visits meant the world to me.
Each friend brought a small gift and a get-well-soon card. They had pooled their money to buy me a book I had been wanting.
By evening, I felt much better emotionally, even though I was still physically weak. I realized how lucky I was to have such caring people in my life.
A week later, when I recovered, my friends threw a belated birthday party for me. It was twice as fun because I appreciated it more.
This experience taught me that plans do not always work out, but what matters is how people show their love during difficult times.
Terjemahan:
Ulang tahun ke-15 saya tiga tahun lalu tidak berjalan sesuai rencana, tapi akhirnya menjadi tak terlupakan dengan cara berbeda. Saya sudah menantikan pesta besar dengan semua teman.
Namun, pada pagi ulang tahun, saya bangun dengan demam tinggi. Saya merasa sangat buruk dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Ibu membatalkan pesta dan membawa saya ke dokter. Saya didiagnosis flu berat dan harus istirahat di rumah.
Saya sangat kecewa sampai menangis. Semua rencana hancur, dan saya pikir ini akan menjadi ulang tahun terburuk.
Tapi keluarga berusaha sebaik mungkin untuk membuat saya merasa lebih baik. Ayah membeli sup favorit saya dari restoran di pusat kota.
Adik perempuan saya membuat kartu ulang tahun buatan tangan dengan gambar keluarga kami. Sederhana tapi sangat menghangatkan hati.
Sore hari, teman-teman saya datang mengunjungi satu per satu. Mereka tidak bisa tinggal lama karena saya menular, tapi kunjungan singkat mereka sangat berarti bagi saya.
Setiap teman membawa hadiah kecil dan kartu semoga cepat sembuh. Mereka sudah mengumpulkan uang untuk membeli buku yang sudah saya inginkan.
Menjelang malam, saya merasa jauh lebih baik secara emosional, meskipun masih lemah secara fisik. Saya menyadari betapa beruntungnya memiliki orang-orang yang peduli dalam hidup.
Seminggu kemudian, ketika saya sembuh, teman-teman mengadakan pesta ulang tahun terlambat. Dua kali lebih seru karena saya lebih menghargainya.
Pengalaman ini mengajarkan bahwa rencana tidak selalu berjalan lancar, tapi yang penting adalah bagaimana orang menunjukkan kasih sayang mereka di saat sulit.
Tips Menulis Recount Text tentang Pengalaman Ulang Tahun
Saat menulis recount text tentang pengalaman ulang tahun, pastikan untuk mendeskripsikan suasana, orang-orang yang terlibat, dan hadiah yang diterima secara detail. Ceritakan emosi yang kamu rasakan seperti senang, terharu, atau bersyukur.
Gunakan simple past tense secara konsisten dan tambahkan kata penghubung waktu untuk membuat ceritamu mengalir dengan baik. Jangan lupa untuk mengakhiri dengan refleksi tentang makna perayaan tersebut bagimu.
Baca Selengkapnya: 9 Recount Text Singkat tentang Liburan + Artinya
Ulang tahun adalah momen istimewa yang memberikan banyak cerita menarik untuk ditulis dalam recount text. Dengan berlatih menulis tentang pengalaman ulang tahunmu, kamu bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sambil mengabadikan kenangan indah.
Ingin kemampuan bahasa Inggrismu semakin lancar dan percaya diri? Bergabunglah dengan Kampung Inggris Jakarta Terbaik dan nikmati pengalaman belajar yang menyenangkan bersama pengajar profesional!