Memasak adalah aktivitas sehari-hari yang sering memberikan pengalaman menarik untuk diceritakan. Mulai dari keberhasilan membuat hidangan lezat hingga kegagalan lucu di dapur, semua bisa menjadi bahan recount text yang menarik.

Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Inggris, menceritakan pengalaman memasak dalam bentuk recount text adalah cara menyenangkan untuk berlatih. Artikel ini menyajikan 7 contoh recount text tentang pengalaman memasak makanan Indonesia lengkap dengan artinya.

Contoh 1: Recount Text Pengalaman Memasak Nasi Goreng

Last Sunday morning, I decided to make nasi goreng for my family’s breakfast. Nasi goreng is one of the most popular Indonesian dishes, and it was my first time making it by myself.

First, I prepared all the ingredients. I took leftover rice from the refrigerator, eggs, garlic, shallots, chili, sweet soy sauce, and some vegetables.

I minced the garlic and shallots finely and sliced the chili into small pieces. Then, I cut the vegetables, including cabbage and carrots, into thin strips.

Next, I heated some oil in a large wok over high heat. I cracked two eggs into the wok and scrambled them quickly.

After the eggs were cooked, I pushed them to the side and added the garlic and shallots. The kitchen was immediately filled with a wonderful aroma.

I stir-fried the aromatics until they were fragrant and golden. Then, I added the vegetables and mixed everything together.

After the vegetables were slightly wilted, I added the leftover rice. I broke up any clumps and stirred vigorously to coat the rice with the mixture.

I added sweet soy sauce, salt, and pepper to taste. The rice started to turn a beautiful brown color.

Finally, I mixed in the scrambled eggs and gave it a final stir. I transferred the nasi goreng to plates and garnished it with fried shallots and cucumber slices.

My family loved the nasi goreng I made. My mother said it tasted just like the one from the street vendors.

I felt so proud of myself for successfully making nasi goreng. It was easier than I thought, and I will definitely make it again.

Artinya:

Minggu pagi lalu, saya memutuskan untuk membuat nasi goreng untuk sarapan keluarga. Nasi goreng adalah salah satu hidangan Indonesia paling populer, dan ini pertama kalinya saya membuatnya sendiri.

Pertama, saya menyiapkan semua bahan. Saya mengambil nasi sisa dari kulkas, telur, bawang putih, bawang merah, cabai, kecap manis, dan beberapa sayuran.

Saya mencincang bawang putih dan bawang merah halus dan mengiris cabai menjadi potongan kecil. Kemudian, saya memotong sayuran, termasuk kol dan wortel, menjadi irisan tipis.

Selanjutnya, saya memanaskan minyak di wajan besar dengan api besar. Saya memecahkan dua telur ke wajan dan mengocoknya dengan cepat.

Setelah telur matang, saya mendorongnya ke samping dan menambahkan bawang putih dan bawang merah. Dapur langsung dipenuhi aroma yang luar biasa.

Saya menumis bumbu hingga harum dan keemasan. Kemudian, saya menambahkan sayuran dan mencampur semuanya.

Setelah sayuran sedikit layu, saya menambahkan nasi sisa. Saya memecah gumpalan dan mengaduk dengan kuat untuk melapisi nasi dengan campuran.

Saya menambahkan kecap manis, garam, dan merica sesuai selera. Nasi mulai berubah menjadi warna cokelat yang indah.

Akhirnya, saya mencampurkan telur orak-arik dan memberikan adukan terakhir. Saya memindahkan nasi goreng ke piring dan menghiasnya dengan bawang goreng dan irisan mentimun.

Keluarga saya menyukai nasi goreng yang saya buat. Ibu saya bilang rasanya seperti nasi goreng dari pedagang kaki lima.

Saya merasa sangat bangga karena berhasil membuat nasi goreng. Lebih mudah dari yang saya kira, dan saya pasti akan membuatnya lagi.

Contoh 2: Recount Text Pengalaman Memasak Rendang

During last Eid holiday, I helped my mother cook rendang for the first time. Rendang is a traditional Indonesian dish from West Sumatra that requires patience and skill to make.

We started preparing early in the morning because rendang takes many hours to cook. My mother had bought two kilograms of beef the day before.

First, I watched my mother prepare the spice paste. She blended shallots, garlic, ginger, galangal, turmeric, and lots of dried chilies.

The spice paste was bright red and very aromatic. My eyes watered from the chili fumes, but I kept helping.

Next, my mother cut the beef into large cubes. She said the meat would shrink during the long cooking process.

We heated a large pot and added the spice paste along with lemongrass, kaffir lime leaves, and bay leaves. The fragrance was incredible.

Then, we added the beef and coconut milk to the pot. My mother stirred everything to make sure the meat was coated with spices.

The cooking process took about four hours. We had to stir the pot regularly to prevent the rendang from sticking and burning.

As the liquid reduced, the color changed from white to brown. The meat became more and more tender.

My arms were tired from all the stirring, but I did not give up. My mother taught me that patience is the key to making good rendang.

After four hours, the rendang was finally done. The meat was dark brown, tender, and coated with thick, flavorful spices.

We served the rendang with steamed rice during our Eid celebration. Everyone praised the rendang, and I felt proud to have contributed to making it.

Making rendang taught me that good things take time. I now understand why rendang is considered one of the most delicious foods in the world.

Artinya:

Selama libur Lebaran lalu, saya membantu ibu memasak rendang untuk pertama kalinya. Rendang adalah hidangan tradisional Indonesia dari Sumatera Barat yang membutuhkan kesabaran dan keterampilan untuk dibuat.

Kami mulai mempersiapkan pagi-pagi karena rendang membutuhkan waktu berjam-jam untuk dimasak. Ibu saya sudah membeli dua kilogram daging sapi sehari sebelumnya.

Pertama, saya melihat ibu menyiapkan bumbu halus. Beliau menghaluskan bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, dan banyak cabai kering.

Bumbu halusnya berwarna merah cerah dan sangat harum. Mata saya berair karena asap cabai, tapi saya terus membantu.

Selanjutnya, ibu memotong daging sapi menjadi kubus besar. Beliau bilang daging akan menyusut selama proses memasak yang lama.

Kami memanaskan panci besar dan menambahkan bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan daun salam. Aromanya luar biasa.

Kemudian, kami menambahkan daging sapi dan santan ke panci. Ibu mengaduk semuanya untuk memastikan daging terbalut bumbu.

Proses memasak memakan waktu sekitar empat jam. Kami harus mengaduk panci secara teratur untuk mencegah rendang lengket dan gosong.

Saat cairan berkurang, warnanya berubah dari putih menjadi cokelat. Daging menjadi semakin empuk.

Lengan saya lelah dari semua pengadukan, tapi saya tidak menyerah. Ibu mengajari saya bahwa kesabaran adalah kunci membuat rendang yang enak.

Setelah empat jam, rendang akhirnya selesai. Dagingnya berwarna cokelat tua, empuk, dan dilapisi bumbu kental yang beraroma.

Kami menyajikan rendang dengan nasi kukus selama perayaan Lebaran. Semua orang memuji rendang, dan saya merasa bangga telah berkontribusi membuatnya.

Membuat rendang mengajarkan saya bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu. Saya sekarang mengerti mengapa rendang dianggap sebagai salah satu makanan paling lezat di dunia.

Contoh 3: Recount Text Pengalaman Memasak Soto Ayam

Last month, my grandmother visited our house and taught me how to make soto ayam. Soto ayam is a traditional Indonesian chicken soup that my grandmother makes perfectly.

We went to the market early in the morning to buy fresh ingredients. My grandmother was very particular about choosing the right chicken.

She selected a free-range chicken because she said it has better flavor. We also bought fresh turmeric, ginger, lemongrass, and other spices.

Back home, we started by boiling the whole chicken. My grandmother added some salt and lemongrass to the water for extra flavor.

While the chicken was boiling, we prepared the spice paste. We ground turmeric, ginger, garlic, shallots, and candlenuts together.

After about 45 minutes, the chicken was cooked. We removed it from the pot and saved the flavorful broth.

My grandmother showed me how to shred the chicken meat. She used two forks to pull the meat apart into thin strips.

Next, we sautéed the spice paste in a little oil until fragrant. The kitchen smelled amazing with all the aromatic spices.

We added the spice paste to the chicken broth and let it simmer. The broth turned a beautiful golden yellow color from the turmeric.

Meanwhile, I prepared the accompaniments. I sliced hard-boiled eggs, chopped celery and green onions, fried some shallots, and prepared rice vermicelli.

Finally, the soto was ready. We assembled the bowls by adding rice vermicelli, shredded chicken, and then ladling the hot broth on top.

We garnished the soto with boiled eggs, fried shallots, celery, and a squeeze of lime. I also added some sambal for extra spice.

The soto ayam tasted exactly like I remembered from my childhood. My grandmother smiled and said I was ready to make it on my own.

I felt so grateful to learn this family recipe. I promised to pass it on to my children someday.

Artinya:

Bulan lalu, nenek saya mengunjungi rumah kami dan mengajari saya cara membuat soto ayam. Soto ayam adalah sup ayam tradisional Indonesia yang nenek saya buat dengan sempurna.

Kami pergi ke pasar pagi-pagi untuk membeli bahan-bahan segar. Nenek saya sangat teliti dalam memilih ayam yang tepat.

Beliau memilih ayam kampung karena katanya rasanya lebih enak. Kami juga membeli kunyit segar, jahe, serai, dan bumbu-bumbu lainnya.

Di rumah, kami mulai dengan merebus ayam utuh. Nenek menambahkan garam dan serai ke air untuk rasa ekstra.

Sementara ayam direbus, kami menyiapkan bumbu halus. Kami menghaluskan kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah, dan kemiri bersama-sama.

Setelah sekitar 45 menit, ayam sudah matang. Kami mengeluarkannya dari panci dan menyimpan kaldu yang beraroma.

Nenek menunjukkan cara menyuwir daging ayam. Beliau menggunakan dua garpu untuk menarik daging menjadi irisan tipis.

Selanjutnya, kami menumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum. Dapur berbau luar biasa dengan semua bumbu aromatik.

Kami menambahkan bumbu halus ke kaldu ayam dan membiarkannya mendidih perlahan. Kaldu berubah menjadi warna kuning keemasan yang indah dari kunyit.

Sementara itu, saya menyiapkan pelengkap. Saya mengiris telur rebus, mencincang seledri dan daun bawang, menggoreng bawang merah, dan menyiapkan bihun.

Akhirnya, soto sudah siap. Kami menyusun mangkuk dengan menambahkan bihun, ayam suwir, dan kemudian menuangkan kaldu panas di atasnya.

Kami menghias soto dengan telur rebus, bawang goreng, seledri, dan perasan jeruk nipis. Saya juga menambahkan sambal untuk pedas ekstra.

Soto ayam rasanya persis seperti yang saya ingat dari masa kecil. Nenek tersenyum dan bilang saya sudah siap membuatnya sendiri.

Saya merasa sangat bersyukur belajar resep keluarga ini. Saya berjanji untuk mewariskannya kepada anak-anak saya suatu hari nanti.

Contoh 4: Recount Text Pengalaman Memasak Gado-Gado

During my semester break, I learned how to make gado-gado from watching online cooking tutorials. Gado-gado is an Indonesian salad with peanut sauce that I have loved since childhood.

I was nervous because making the peanut sauce seemed complicated. But I decided to challenge myself and try anyway.

First, I went to the supermarket to buy all the ingredients. I bought peanuts, tofu, tempeh, cabbage, bean sprouts, potatoes, and eggs.

Back home, I started by roasting the peanuts in a dry pan. The kitchen filled with a delicious nutty aroma.

After the peanuts were golden brown, I let them cool and then ground them using a food processor. I added fried garlic, palm sugar, tamarind, and a little water.

The peanut sauce came together beautifully. I tasted it and adjusted the seasoning, adding more palm sugar for sweetness and tamarind for tanginess.

Next, I prepared the vegetables. I boiled the potatoes and eggs, blanched the cabbage and bean sprouts, and fried the tofu and tempeh until crispy.

I also made some lontong, compressed rice cakes, to serve with the gado-gado. Making lontong was easier than I expected.

Finally, it was time to assemble the gado-gado. I arranged all the vegetables, tofu, tempeh, and eggs on a plate.

Then, I poured the peanut sauce generously over everything. I garnished it with fried shallots and crackers.

The gado-gado looked so appetizing, just like the ones from the famous gado-gado stalls. I could not wait to taste it.

I took my first bite, and it was delicious. The creamy peanut sauce complemented the fresh vegetables perfectly.

My roommates tried my gado-gado and said it was amazing. They asked me to make it again the following week.

Making gado-gado was a fun and rewarding experience. I discovered that Indonesian cooking is not as difficult as I thought.

Artinya:

Selama libur semester, saya belajar cara membuat gado-gado dari menonton tutorial memasak online. Gado-gado adalah salad Indonesia dengan saus kacang yang saya sukai sejak kecil.

Saya gugup karena membuat saus kacang tampak rumit. Tapi saya memutuskan untuk menantang diri sendiri dan tetap mencoba.

Pertama, saya pergi ke supermarket untuk membeli semua bahan. Saya membeli kacang tanah, tahu, tempe, kol, tauge, kentang, dan telur.

Di rumah, saya mulai dengan menyangrai kacang tanah di wajan kering. Dapur dipenuhi aroma kacang yang lezat.

Setelah kacang berwarna cokelat keemasan, saya biarkan dingin lalu menghaluskannya menggunakan food processor. Saya menambahkan bawang putih goreng, gula merah, asam jawa, dan sedikit air.

Saus kacang jadi dengan sempurna. Saya mencicipinya dan menyesuaikan bumbu, menambahkan lebih banyak gula merah untuk manis dan asam jawa untuk asam.

Selanjutnya, saya menyiapkan sayuran. Saya merebus kentang dan telur, merebus sebentar kol dan tauge, dan menggoreng tahu dan tempe hingga renyah.

Saya juga membuat lontong untuk disajikan dengan gado-gado. Membuat lontong lebih mudah dari yang saya kira.

Akhirnya, saatnya menyusun gado-gado. Saya menata semua sayuran, tahu, tempe, dan telur di piring.

Kemudian, saya menuangkan saus kacang dengan murah hati di atas semuanya. Saya menghiasnya dengan bawang goreng dan kerupuk.

Gado-gado terlihat sangat menggugah selera, seperti yang dari warung gado-gado terkenal. Saya tidak sabar untuk mencicipinya.

Saya mengambil gigitan pertama, dan rasanya lezat. Saus kacang yang creamy melengkapi sayuran segar dengan sempurna.

Teman-teman sekamar saya mencoba gado-gado saya dan bilang itu luar biasa. Mereka meminta saya membuatnya lagi minggu berikutnya.

Membuat gado-gado adalah pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan. Saya menemukan bahwa masakan Indonesia tidak sesulit yang saya kira.

Contoh 5: Recount Text Pengalaman Memasak Bakso

Last weekend, I attempted to make bakso, Indonesian meatballs, for the first time. Bakso is one of my favorite street foods, and I wanted to recreate it at home.

I searched for recipes online and found one that looked promising. The recipe required beef, tapioca flour, garlic, and ice water.

I went to the butcher shop and asked for ground beef with some fat content. The butcher said a little fat would make the meatballs juicier.

At home, I started by mixing the ground beef with minced garlic, salt, and pepper. Then came the tricky part – adding the tapioca flour.

I added the flour little by little while mixing the meat. The recipe said to add ice water to keep the mixture cold.

Mixing the meat was harder than I thought. My hands got tired, but I kept kneading until the texture became smooth and bouncy.

After about 15 minutes of mixing, the meat mixture was ready. I wet my hands and started forming the mixture into balls.

I made the meatballs about the size of golf balls. I managed to make around 30 meatballs from the mixture.

Next, I boiled a large pot of water. I dropped the meatballs into the boiling water one by one.

The meatballs sank to the bottom first, then floated to the surface when they were cooked. I scooped them out and set them aside.

For the soup, I made a simple beef broth with fried shallots and garlic. I added some bok choy and bean sprouts for vegetables.

I assembled the bakso bowl with noodles, meatballs, vegetables, and the hot broth. I topped it with fried shallots, celery, and a drizzle of sweet soy sauce.

My first homemade bakso was a success. The meatballs were bouncy and flavorful, just like the ones from my favorite bakso cart.

I was so happy with the result that I made another batch the next day. Making bakso is now one of my favorite weekend cooking projects.

Artinya:

Akhir pekan lalu, saya mencoba membuat bakso untuk pertama kalinya. Bakso adalah salah satu makanan jalanan favorit saya, dan saya ingin membuatnya di rumah.

Saya mencari resep online dan menemukan satu yang tampak menjanjikan. Resepnya membutuhkan daging sapi, tepung tapioka, bawang putih, dan air es.

Saya pergi ke tukang daging dan meminta daging sapi giling dengan sedikit lemak. Tukang daging bilang sedikit lemak akan membuat bakso lebih juicy.

Di rumah, saya mulai dengan mencampur daging sapi giling dengan bawang putih cincang, garam, dan merica. Kemudian bagian yang sulit – menambahkan tepung tapioka.

Saya menambahkan tepung sedikit demi sedikit sambil mencampur daging. Resep bilang untuk menambahkan air es agar campuran tetap dingin.

Mencampur daging lebih sulit dari yang saya kira. Tangan saya lelah, tapi saya terus menguleni sampai teksturnya halus dan kenyal.

Setelah sekitar 15 menit mencampur, campuran daging sudah siap. Saya membasahi tangan dan mulai membentuk campuran menjadi bola-bola.

Saya membuat bakso seukuran bola golf. Saya berhasil membuat sekitar 30 bakso dari campuran tersebut.

Selanjutnya, saya merebus panci besar berisi air. Saya memasukkan bakso ke air mendidih satu per satu.

Bakso tenggelam ke dasar dulu, lalu mengapung ke permukaan ketika sudah matang. Saya mengangkatnya dan menyisihkannya.

Untuk kuahnya, saya membuat kaldu sapi sederhana dengan bawang goreng dan bawang putih. Saya menambahkan bok choy dan tauge untuk sayuran.

Saya menyusun mangkuk bakso dengan mie, bakso, sayuran, dan kaldu panas. Saya menambahkan bawang goreng, seledri, dan kecap manis di atasnya.

Bakso buatan rumah pertama saya berhasil. Baksonya kenyal dan beraroma, seperti yang dari gerobak bakso favorit saya.

Saya sangat senang dengan hasilnya sehingga saya membuat batch lain keesokan harinya. Membuat bakso sekarang menjadi salah satu proyek memasak akhir pekan favorit saya.

Contoh 6: Recount Text Pengalaman Memasak Nasi Uduk

For my mother’s birthday last month, I surprised her by making nasi uduk for breakfast. Nasi uduk is a fragrant coconut rice that is popular in Jakarta, where my mother grew up.

I had to wake up at 5 AM to prepare everything before she woke up. I was nervous because I had never made nasi uduk before.

First, I washed the rice and soaked it for about 30 minutes. Meanwhile, I prepared the aromatics – pandan leaves, lemongrass, and bay leaves.

I also made the coconut milk mixture by combining coconut milk with water, salt, and a little sugar. This would give the rice its signature creamy flavor.

I drained the rice and added it to the rice cooker. Then I poured in the coconut milk mixture and added the aromatics on top.

While the rice was cooking, I prepared the side dishes. I made sambal kacang, fried tempeh, shredded omelet, and crispy fried shallots.

I also made some emping crackers and sliced fresh cucumber. The kitchen started to smell wonderful as everything came together.

After about 25 minutes, the rice cooker clicked off. I opened it and was greeted by the most amazing aroma.

The rice was fluffy and fragrant, with a hint of pandan and coconut. I fluffed it gently with a fork to separate the grains.

I arranged the nasi uduk beautifully on a plate. I placed the rice in the center and surrounded it with all the side dishes.

When my mother came downstairs, she was surprised and touched by the gesture. She said the nasi uduk reminded her of her childhood in Jakarta.

We ate breakfast together, and she kept complimenting my cooking. It was the best birthday gift I could give her.

Making nasi uduk was a labor of love. I learned that cooking for someone you love makes the food taste even better.

Artinya:

Untuk ulang tahun ibu bulan lalu, saya memberinya kejutan dengan membuat nasi uduk untuk sarapan. Nasi uduk adalah nasi santan harum yang populer di Jakarta, tempat ibu saya tumbuh besar.

Saya harus bangun jam 5 pagi untuk menyiapkan semuanya sebelum beliau bangun. Saya gugup karena belum pernah membuat nasi uduk sebelumnya.

Pertama, saya mencuci beras dan merendamnya selama sekitar 30 menit. Sementara itu, saya menyiapkan bumbu aromatik – daun pandan, serai, dan daun salam.

Saya juga membuat campuran santan dengan menggabungkan santan dengan air, garam, dan sedikit gula. Ini akan memberikan nasi rasa creamy khasnya.

Saya meniriskan beras dan menambahkannya ke rice cooker. Kemudian saya menuangkan campuran santan dan menambahkan bumbu aromatik di atasnya.

Sementara nasi dimasak, saya menyiapkan lauk-pauk. Saya membuat sambal kacang, tempe goreng, telur dadar iris, dan bawang goreng renyah.

Saya juga membuat emping dan mengiris mentimun segar. Dapur mulai berbau harum saat semuanya jadi.

Setelah sekitar 25 menit, rice cooker berbunyi. Saya membukanya dan disambut aroma yang paling luar biasa.

Nasinya mengembang dan harum, dengan sedikit aroma pandan dan kelapa. Saya mengaduknya perlahan dengan garpu untuk memisahkan butiran.

Saya menata nasi uduk dengan indah di piring. Saya meletakkan nasi di tengah dan mengelilinginya dengan semua lauk.

Ketika ibu turun, beliau terkejut dan terharu dengan gerakan ini. Beliau bilang nasi uduk mengingatkannya pada masa kecil di Jakarta.

Kami sarapan bersama, dan beliau terus memuji masakan saya. Itu adalah hadiah ulang tahun terbaik yang bisa saya berikan.

Membuat nasi uduk adalah kerja cinta. Saya belajar bahwa memasak untuk orang yang kamu cintai membuat makanan terasa lebih enak.

Contoh 7: Recount Text Pengalaman Memasak Mie Goreng

Last night, I had a sudden craving for mie goreng and decided to make it myself. Mie goreng is an Indonesian fried noodle dish that is quick and easy to prepare.

I checked the kitchen and found all the ingredients I needed. I had instant noodles, eggs, garlic, shallots, cabbage, and some chicken.

First, I boiled the noodles according to the package instructions. I drained them quickly to prevent them from becoming too soft.

I set the noodles aside and let them cool a bit. This would prevent them from sticking together during stir-frying.

Next, I cut the chicken into small pieces and marinated them with a little soy sauce. I also sliced the cabbage thinly and minced the garlic and shallots.

I heated a large wok over high heat and added some cooking oil. When the oil was hot, I added the chicken pieces.

I stir-fried the chicken until it was cooked through and slightly charred. Then I pushed it to the side of the wok.

I added the garlic and shallots to the wok and stirred until fragrant. The aroma made me even hungrier.

Then I cracked two eggs into the wok and scrambled them quickly. I mixed everything together with the chicken.

I added the noodles to the wok along with sweet soy sauce, oyster sauce, and a little chili sauce. I tossed everything together over high heat.

Finally, I added the cabbage and gave it a quick stir. I did not want the cabbage to become too soft.

I transferred the mie goreng to a plate and topped it with fried shallots. The dish looked and smelled absolutely delicious.

I ate the mie goreng while watching my favorite TV show. It was the perfect late-night comfort food.

Making mie goreng reminded me that sometimes the simplest dishes are the most satisfying. I will definitely make it again whenever I crave something quick and tasty.

Artinya:

Tadi malam, saya tiba-tiba ingin makan mie goreng dan memutuskan untuk membuatnya sendiri. Mie goreng adalah hidangan mie goreng Indonesia yang cepat dan mudah disiapkan.

Saya memeriksa dapur dan menemukan semua bahan yang saya butuhkan. Saya punya mie instan, telur, bawang putih, bawang merah, kol, dan ayam.

Pertama, saya merebus mie sesuai petunjuk kemasan. Saya meniriskannya dengan cepat untuk mencegahnya menjadi terlalu lembek.

Saya menyisihkan mie dan membiarkannya agak dingin. Ini akan mencegahnya lengket saat ditumis.

Selanjutnya, saya memotong ayam menjadi potongan kecil dan memarinasi dengan sedikit kecap asin. Saya juga mengiris kol tipis dan mencincang bawang putih dan bawang merah.

Saya memanaskan wajan besar dengan api besar dan menambahkan minyak goreng. Ketika minyak panas, saya menambahkan potongan ayam.

Saya menumis ayam sampai matang dan sedikit gosong. Kemudian saya mendorongnya ke sisi wajan.

Saya menambahkan bawang putih dan bawang merah ke wajan dan mengaduk sampai harum. Aromanya membuat saya semakin lapar.

Kemudian saya memecahkan dua telur ke wajan dan mengocoknya dengan cepat. Saya mencampur semuanya dengan ayam.

Saya menambahkan mie ke wajan bersama kecap manis, saus tiram, dan sedikit saus cabai. Saya mengaduk semuanya dengan api besar.

Akhirnya, saya menambahkan kol dan mengaduknya sebentar. Saya tidak ingin kol menjadi terlalu lembek.

Saya memindahkan mie goreng ke piring dan menambahkan bawang goreng di atasnya. Hidangan itu terlihat dan berbau sangat lezat.

Saya makan mie goreng sambil menonton acara TV favorit saya. Itu adalah makanan comfort food larut malam yang sempurna.

Membuat mie goreng mengingatkan saya bahwa kadang hidangan paling sederhana adalah yang paling memuaskan. Saya pasti akan membuatnya lagi kapan pun saya ingin sesuatu yang cepat dan lezat.

Tips Menulis Recount Text tentang Pengalaman Memasak

Saat menulis recount text tentang pengalaman memasak, pastikan untuk mendeskripsikan langkah-langkah secara detail dan berurutan. Gunakan kata kerja memasak seperti chopped, stirred, boiled, fried, dan mixed untuk membuat ceritamu lebih hidup.

Jangan lupa untuk menambahkan detail sensorik seperti aroma, rasa, dan tekstur makanan. Akhiri dengan refleksi tentang pengalamanmu dan apa yang kamu pelajari dari proses memasak tersebut.

Baca Selengkapnya: 9 Recount Text Singkat tentang Liburan + Artinya

Memasak adalah aktivitas yang memberikan banyak pengalaman menarik untuk diceritakan dalam recount text. Dengan berlatih menulis tentang pengalaman memasakmu, kamu bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sambil mengabadikan momen-momen berharga di dapur.

Ingin kemampuan bahasa Inggrismu semakin lancar dan percaya diri? Bergabunglah dengan Kampung Inggris Jakarta Terbaik dan nikmati pengalaman belajar yang menyenangkan bersama pengajar profesional!