Dialog adalah cara yang efektif untuk belajar bahasa Inggris dalam konteks percakapan nyata. Dengan mempelajari dialog tentang puasa, kamu bisa meningkatkan kemampuan speaking sekaligus belajar cara menjelaskan tradisi Ramadan kepada orang lain.

Artikel ini menyajikan 10 contoh dialog bahasa Inggris tentang puasa dengan berbagai situasi, lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia.

Dialog 1: Menjelaskan Puasa kepada Teman Baru

Situasi: Di sekolah internasional, Ahmad menjelaskan puasa kepada temannya yang baru pindah.

Emma: Hey Ahmad, I noticed you didn’t eat lunch today. Are you on a diet?

Ahmad: Oh no, I’m not on a diet. I’m fasting because it’s Ramadan.

Emma: Ramadan? I’ve heard of it, but I don’t really know what it is. Can you explain?

Ahmad: Sure! Ramadan is the holy month for Muslims. We fast from dawn to sunset, which means we don’t eat or drink anything during the day.

Emma: Wow, not even water? That must be really hard!

Ahmad: It can be challenging at first, but you get used to it. It’s actually a really special time for us. We use this month to focus on our faith, pray more, and help others.

Emma: That sounds meaningful. How long does Ramadan last?

Ahmad: About 29 or 30 days. Then we celebrate Eid al-Fitr at the end!

Emma: That’s really interesting. Thanks for explaining, Ahmad!


Terjemahan:

Emma: Hey Ahmad, aku perhatikan kamu tidak makan siang hari ini. Apakah kamu sedang diet?

Ahmad: Oh tidak, aku tidak sedang diet. Aku sedang berpuasa karena ini Ramadan.

Emma: Ramadan? Aku pernah dengar, tapi aku tidak tahu apa itu sebenarnya. Bisakah kamu jelaskan?

Ahmad: Tentu! Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim. Kami berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, yang berarti kami tidak makan atau minum apapun siang hari.

Emma: Wow, bahkan air pun tidak? Itu pasti sangat sulit!

Ahmad: Memang bisa menantang di awal, tapi kamu akan terbiasa. Ini sebenarnya waktu yang sangat spesial bagi kami. Kami menggunakan bulan ini untuk fokus pada iman, lebih banyak berdoa, dan membantu orang lain.

Emma: Itu terdengar bermakna. Berapa lama Ramadan berlangsung?

Ahmad: Sekitar 29 atau 30 hari. Lalu kami merayakan Idul Fitri di akhir!

Emma: Itu sangat menarik. Terima kasih sudah menjelaskan, Ahmad!


Dialog 2: Mengundang Teman untuk Buka Bersama

Situasi: Fatima mengundang temannya Sarah untuk buka puasa bersama.

Fatima: Sarah, are you free this Saturday evening?

Sarah: I think so. What’s up?

Fatima: I’d like to invite you to have iftar with my family. It’s the meal we have when we break our fast.

Sarah: Really? I’d love to! What time should I come?

Fatima: The sun sets around 6:30 PM, so maybe come around 6 PM? We usually prepare everything before that.

Sarah: Sounds great! Is there anything I should bring?

Fatima: Just bring yourself! But if you want, you can bring some fruit or dessert. My mom is cooking a lot of traditional food.

Sarah: I’m so excited! What kind of food will there be?

Fatima: We usually start with dates and water, then we have soup, rice, chicken, and lots of other dishes. You’ll love it!

Sarah: I can’t wait! Thank you so much for inviting me, Fatima.

Fatima: You’re welcome! It will be nice to share this experience with you.


Terjemahan:

Fatima: Sarah, apakah kamu ada waktu Sabtu malam ini?

Sarah: Sepertinya iya. Ada apa?

Fatima: Aku ingin mengundangmu untuk iftar bersama keluargaku. Itu adalah makan yang kami lakukan saat berbuka puasa.

Sarah: Benarkah? Aku mau! Jam berapa aku harus datang?

Fatima: Matahari terbenam sekitar jam 6:30 sore, jadi mungkin datang sekitar jam 6 sore? Kami biasanya menyiapkan semuanya sebelum itu.

Sarah: Kedengarannya bagus! Apakah ada yang harus aku bawa?

Fatima: Bawa dirimu saja! Tapi jika mau, kamu bisa bawa buah atau makanan penutup. Ibuku memasak banyak makanan tradisional.

Sarah: Aku sangat bersemangat! Makanan apa saja yang akan ada?

Fatima: Kami biasanya mulai dengan kurma dan air, lalu kami makan sup, nasi, ayam, dan banyak hidangan lainnya. Kamu pasti suka!

Sarah: Aku tidak sabar! Terima kasih banyak sudah mengundangku, Fatima.

Fatima: Sama-sama! Akan menyenangkan berbagi pengalaman ini denganmu.


Dialog 3: Berbicara tentang Sahur

Situasi: Dua teman Muslim berbicara tentang pengalaman sahur mereka.

Amir: Assalamualaikum, Yusuf! You look tired today.

Yusuf: Waalaikumsalam. Yeah, I woke up late for sahur and almost missed it.

Amir: Oh no! What happened?

Yusuf: My alarm didn’t go off. I only had 10 minutes to eat before Fajr.

Amir: That’s rough. What did you manage to eat?

Yusuf: Just some bread and a glass of water. I didn’t have time for a proper meal.

Amir: That’s going to be a tough day. I always make sure to have a heavy sahur with rice and protein.

Yusuf: What time do you usually wake up?

Amir: Around 3:30 AM. That gives me enough time to eat well and pray.

Yusuf: I should set multiple alarms like you do. Sahur is really important for energy.

Amir: Definitely! Tomorrow I’ll call you to make sure you wake up on time.

Yusuf: Thanks, brother. I appreciate it!


Terjemahan:

Amir: Assalamualaikum, Yusuf! Kamu terlihat lelah hari ini.

Yusuf: Waalaikumsalam. Ya, aku bangun terlambat untuk sahur dan hampir melewatkannya.

Amir: Oh tidak! Apa yang terjadi?

Yusuf: Alarmku tidak berbunyi. Aku hanya punya 10 menit untuk makan sebelum Subuh.

Amir: Itu berat. Apa yang berhasil kamu makan?

Yusuf: Hanya roti dan segelas air. Aku tidak punya waktu untuk makan yang layak.

Amir: Itu akan jadi hari yang berat. Aku selalu memastikan sahur yang banyak dengan nasi dan protein.

Yusuf: Jam berapa biasanya kamu bangun?

Amir: Sekitar jam 3:30 pagi. Itu memberiku cukup waktu untuk makan dengan baik dan shalat.

Yusuf: Aku harus memasang banyak alarm seperti kamu. Sahur sangat penting untuk energi.

Amir: Pasti! Besok aku akan meneleponmu untuk memastikan kamu bangun tepat waktu.

Yusuf: Terima kasih, saudaraku. Aku menghargainya!


Dialog 4: Di Tempat Kerja Selama Ramadan

Situasi: Percakapan antara karyawan Muslim dan rekan kerjanya di kantor.

Michael: Hey Layla, some of us are going to grab coffee. Do you want to join?

Layla: Thanks for the invite, Michael, but I’m fasting today.

Michael: Oh right, it’s Ramadan! I keep forgetting. How are you managing with work?

Layla: It’s going okay, actually. I try to schedule my important meetings in the morning when I have more energy.

Michael: That’s smart. Is there anything we can do to be more considerate?

Layla: That’s very kind of you to ask. Maybe avoid scheduling lunch meetings with me? And I might need to leave a bit earlier to break my fast at home.

Michael: Of course! We’ll keep that in mind. Is it okay if we eat in the office, though?

Layla: Absolutely! Please don’t change your routine because of me. I’m used to being around food while fasting.

Michael: You’re very understanding. How much longer is Ramadan?

Layla: About two more weeks. Then we have Eid, which is like our celebration at the end.

Michael: That sounds nice. Well, good luck with the rest of your fast!

Layla: Thank you, Michael. I really appreciate your support!


Terjemahan:

Michael: Hey Layla, beberapa dari kami akan pergi beli kopi. Apakah kamu mau ikut?

Layla: Terima kasih atas undangannya, Michael, tapi aku sedang berpuasa hari ini.

Michael: Oh iya, ini Ramadan! Aku terus lupa. Bagaimana kamu mengatur dengan pekerjaan?

Layla: Sebenarnya cukup baik. Aku mencoba menjadwalkan rapat penting di pagi hari ketika aku memiliki lebih banyak energi.

Michael: Itu pintar. Apakah ada yang bisa kami lakukan untuk lebih pengertian?

Layla: Sangat baik kamu bertanya. Mungkin hindari menjadwalkan rapat makan siang denganku? Dan aku mungkin perlu pulang lebih awal untuk berbuka puasa di rumah.

Michael: Tentu saja! Kami akan mengingat itu. Apakah tidak apa-apa jika kami makan di kantor?

Layla: Tentu saja! Tolong jangan mengubah rutinitasmu karenaku. Aku sudah terbiasa berada di sekitar makanan saat berpuasa.

Michael: Kamu sangat pengertian. Berapa lama lagi Ramadan?

Layla: Sekitar dua minggu lagi. Lalu kami punya Idul Fitri, yang seperti perayaan kami di akhir.

Michael: Itu kedengarannya bagus. Semoga sukses dengan sisa puasamu!

Layla: Terima kasih, Michael. Aku sangat menghargai dukunganmu!


Dialog 5: Anak Pertama Kali Belajar Puasa

Situasi: Seorang ibu berbicara dengan anaknya yang baru belajar puasa.

Mother: Sweetie, how are you feeling? This is your first time fasting the whole day.

Child: I’m a little hungry, Mom. Can I have just a small snack?

Mother: I know it’s hard, dear. But we’re fasting for Allah. Look, only two more hours until iftar!

Child: Really? That’s not too long. What are we having for iftar?

Mother: Your favorite! Chicken soup and fried rice. And I made some pudding for dessert.

Child: Yay! I can wait for that. Mom, why do we fast?

Mother: We fast to learn patience and to remember that not everyone has food to eat every day. It also helps us become closer to Allah.

Child: Oh, I see. Some of my friends at school don’t have much food, right?

Mother: That’s right. And during Ramadan, we give charity to help people who need it.

Child: Can I give some of my allowance to help them?

Mother: That’s a wonderful idea! I’m so proud of you for thinking of others.

Child: Thanks, Mom. I think I can do this!


Terjemahan:

Ibu: Sayang, bagaimana perasaanmu? Ini pertama kalinya kamu berpuasa seharian.

Anak: Aku sedikit lapar, Bu. Bisakah aku makan camilan kecil saja?

Ibu: Ibu tahu ini sulit, sayang. Tapi kita berpuasa untuk Allah. Lihat, tinggal dua jam lagi sampai berbuka!

Anak: Benarkah? Itu tidak terlalu lama. Kita makan apa untuk berbuka?

Ibu: Makanan favoritmu! Sup ayam dan nasi goreng. Dan Ibu membuat puding untuk makanan penutup.

Anak: Hore! Aku bisa menunggu untuk itu. Bu, kenapa kita berpuasa?

Ibu: Kita berpuasa untuk belajar kesabaran dan untuk mengingat bahwa tidak semua orang punya makanan setiap hari. Ini juga membantu kita menjadi lebih dekat dengan Allah.

Anak: Oh, begitu. Beberapa temanku di sekolah tidak punya banyak makanan, kan?

Ibu: Betul. Dan selama Ramadan, kita bersedekah untuk membantu orang yang membutuhkan.

Anak: Bisakah aku memberikan sebagian uang jajanku untuk membantu mereka?

Ibu: Itu ide yang bagus! Ibu sangat bangga kamu memikirkan orang lain.

Anak: Terima kasih, Bu. Aku rasa aku bisa melakukan ini!


Baca Juga: 15 Contoh Paragraph Tentang Puasa Bahasa Inggris

Dialog 6: Berbicara tentang Tarawih

Situasi: Dua teman berbicara tentang shalat tarawih di masjid.

Hassan: Are you going to the mosque for Tarawih tonight?

Ibrahim: Yes, InshaAllah. The imam there has such a beautiful Quran recitation.

Hassan: I know! That’s why the mosque is always full during Ramadan. What time does it start?

Ibrahim: Usually right after Isha prayer, around 8 PM. It lasts about an hour and a half.

Hassan: How many rakats do they pray there?

Ibrahim: They do 20 rakats plus 3 for Witr. But some people leave after 8 rakats.

Hassan: I usually stay for the whole thing. It’s tiring, but I feel so peaceful afterwards.

Ibrahim: Same here. Plus, they serve dates and tea after the prayer. It’s a nice community gathering.

Hassan: That’s the best part! Should I pick you up on my way?

Ibrahim: That would be great. See you at 7:45?

Hassan: Perfect. See you then!


Terjemahan:

Hassan: Apakah kamu akan ke masjid untuk Tarawih malam ini?

Ibrahim: Ya, InsyaAllah. Imam di sana memiliki bacaan Al-Quran yang sangat indah.

Hassan: Aku tahu! Itulah mengapa masjid selalu penuh selama Ramadan. Jam berapa mulainya?

Ibrahim: Biasanya tepat setelah shalat Isya, sekitar jam 8 malam. Berlangsung sekitar satu setengah jam.

Hassan: Berapa rakaat yang mereka shalat di sana?

Ibrahim: Mereka shalat 20 rakaat ditambah 3 untuk Witir. Tapi beberapa orang pergi setelah 8 rakaat.

Hassan: Aku biasanya tinggal sampai selesai. Memang melelahkan, tapi aku merasa sangat damai setelahnya.

Ibrahim: Sama. Ditambah lagi, mereka menyajikan kurma dan teh setelah shalat. Ini adalah kumpulan komunitas yang menyenangkan.

Hassan: Itu bagian terbaiknya! Haruskah aku menjemputmu dalam perjalanan?

Ibrahim: Itu bagus sekali. Sampai jumpa jam 7:45?

Hassan: Sempurna. Sampai jumpa!


Dialog 7: Membahas Menu Buka Puasa

Situasi: Suami istri merencanakan menu iftar.

Wife: Honey, what should we cook for iftar today?

Husband: How about something light? I’m thinking soup and salad.

Wife: That sounds good for the starter. But we need something more filling too.

Husband: You’re right. Maybe we can make grilled chicken with rice?

Wife: Perfect! I’ll also prepare some kurma and fruits for breaking the fast initially.

Husband: Don’t forget the drinks. We need to stay hydrated after fasting all day.

Wife: Of course! I’ll make some infused water with lemon and mint. It’s very refreshing.

Husband: Sounds delicious. Should I help with the cooking?

Wife: Yes, please! Can you prepare the salad and grill the chicken?

Husband: No problem. Let’s start at 4 PM so everything is ready before Maghrib.

Wife: Great idea. Cooking together makes it more enjoyable.


Terjemahan:

Istri: Sayang, kita harus masak apa untuk berbuka hari ini?

Suami: Bagaimana kalau sesuatu yang ringan? Aku memikirkan sup dan salad.

Istri: Kedengarannya bagus untuk pembuka. Tapi kita juga butuh sesuatu yang lebih mengenyangkan.

Suami: Kamu benar. Mungkin kita bisa membuat ayam panggang dengan nasi?

Istri: Sempurna! Aku juga akan menyiapkan kurma dan buah-buahan untuk awal berbuka.

Suami: Jangan lupa minumannya. Kita perlu tetap terhidrasi setelah berpuasa seharian.

Istri: Tentu saja! Aku akan membuat infused water dengan lemon dan mint. Sangat menyegarkan.

Suami: Kedengarannya lezat. Haruskah aku membantu memasak?

Istri: Ya, tolong! Bisakah kamu menyiapkan salad dan memanggang ayamnya?

Suami: Tidak masalah. Mari mulai jam 4 sore supaya semuanya siap sebelum Maghrib.

Istri: Ide bagus. Memasak bersama membuatnya lebih menyenangkan.


Dialog 8: Bertanya tentang Pengecualian Puasa

Situasi: Seorang teman bertanya tentang siapa yang tidak wajib berpuasa.

Anna: I have a question about fasting. Does everyone have to fast during Ramadan?

Zara: Good question! Actually, some people are exempted from fasting.

Anna: Really? Who doesn’t have to fast?

Zara: Children who haven’t reached puberty don’t have to fast, but many start learning from a young age.

Anna: What about adults?

Zara: People who are sick, elderly, or traveling can skip fasting. Also, pregnant and nursing mothers are exempted.

Anna: That makes sense. What happens if they don’t fast?

Zara: They can make up the fasting days later when they’re able to. Or if they can’t fast at all, they can feed a poor person for each day missed.

Anna: So it’s quite flexible then?

Zara: Yes, Islam considers people’s circumstances. The important thing is the intention and doing what you’re capable of.

Anna: That’s very thoughtful. Thank you for explaining, Zara!

Zara: Anytime! I’m always happy to share about my faith.


Terjemahan:

Anna: Aku punya pertanyaan tentang puasa. Apakah semua orang harus berpuasa selama Ramadan?

Zara: Pertanyaan bagus! Sebenarnya, beberapa orang dibebaskan dari puasa.

Anna: Benarkah? Siapa yang tidak harus berpuasa?

Zara: Anak-anak yang belum baligh tidak harus berpuasa, tapi banyak yang mulai belajar dari usia muda.

Anna: Bagaimana dengan orang dewasa?

Zara: Orang yang sakit, lanjut usia, atau bepergian bisa melewatkan puasa. Juga, ibu hamil dan menyusui dibebaskan.

Anna: Itu masuk akal. Apa yang terjadi jika mereka tidak berpuasa?

Zara: Mereka bisa mengganti hari puasa nanti ketika mereka mampu. Atau jika mereka tidak bisa berpuasa sama sekali, mereka bisa memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang terlewat.

Anna: Jadi cukup fleksibel ya?

Zara: Ya, Islam mempertimbangkan keadaan orang. Yang penting adalah niat dan melakukan apa yang mampu kamu lakukan.

Anna: Itu sangat bijaksana. Terima kasih sudah menjelaskan, Zara!

Zara: Kapan saja! Aku selalu senang berbagi tentang agamaku.


Dialog 9: Menyambut Malam Lailatul Qadr

Situasi: Dua sahabat membahas tentang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Malik: Can you believe it? We’re already in the last ten nights of Ramadan!

Omar: I know! Time has flown by so fast. Are you looking for Laylatul Qadr?

Malik: Of course! I’m trying to increase my worship on the odd nights.

Omar: Same here. I’ve been staying up after Tarawih to pray Tahajjud and read Quran.

Malik: That’s the right approach. What night do you think Laylatul Qadr will be?

Omar: Nobody knows for sure. That’s why we should try our best every odd night—the 21st, 23rd, 25th, 27th, and 29th.

Malik: Are you doing i’tikaf at the mosque?

Omar: I wish I could, but I have work. I’m doing i’tikaf on the weekends though.

Malik: That’s still great. May Allah accept our worship and grant us Laylatul Qadr.

Omar: Ameen! Let’s make the most of these blessed nights.


Terjemahan:

Malik: Bisakah kamu percaya? Kita sudah di sepuluh malam terakhir Ramadan!

Omar: Aku tahu! Waktu berlalu sangat cepat. Apakah kamu mencari Lailatul Qadr?

Malik: Tentu saja! Aku mencoba meningkatkan ibadahku di malam-malam ganjil.

Omar: Sama. Aku sudah begadang setelah Tarawih untuk shalat Tahajjud dan membaca Al-Quran.

Malik: Itu pendekatan yang tepat. Menurutmu malam berapa Lailatul Qadr akan terjadi?

Omar: Tidak ada yang tahu pasti. Itulah mengapa kita harus berusaha keras setiap malam ganjil—tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29.

Malik: Apakah kamu melakukan i’tikaf di masjid?

Omar: Aku berharap bisa, tapi aku ada kerja. Aku melakukan i’tikaf di akhir pekan saja.

Malik: Itu tetap bagus. Semoga Allah menerima ibadah kita dan memberikan kita Lailatul Qadr.

Omar: Aamiin! Mari manfaatkan malam-malam penuh berkah ini sebaik-baiknya.


Dialog 10: Mempersiapkan Idul Fitri

Situasi: Keluarga membahas persiapan Idul Fitri.

Father: Everyone, Ramadan is almost over. We need to prepare for Eid!

Mother: I’ve already bought new clothes for the children. What about the Zakat Fitrah?

Father: Good reminder. We need to pay it before the Eid prayer. I’ll calculate it tonight.

Son: Dad, how much is Zakat Fitrah?

Father: It’s about 2.5 kg of rice or its equivalent in money for each person in our family.

Daughter: What happens with the money?

Mother: It goes to poor people so they can also celebrate Eid happily.

Father: That’s right. It’s important that everyone can enjoy the celebration.

Son: Are we visiting grandma and grandpa on Eid?

Mother: Yes, we’ll go after the Eid prayer. We’ll have a big family gathering there.

Daughter: I can’t wait! I love Eid. We get to eat special food and receive money!

Father: Remember, Eid is also about being grateful and spending time with family.

Everyone: We can’t wait for Eid!


Terjemahan:

Ayah: Semuanya, Ramadan hampir berakhir. Kita perlu mempersiapkan Idul Fitri!

Ibu: Aku sudah membeli baju baru untuk anak-anak. Bagaimana dengan Zakat Fitrah?

Ayah: Pengingat yang bagus. Kita perlu membayarnya sebelum shalat Ied. Aku akan menghitungnya malam ini.

Anak Laki-laki: Ayah, berapa Zakat Fitrah?

Ayah: Sekitar 2,5 kg beras atau setara dengan uang untuk setiap orang di keluarga kita.

Anak Perempuan: Apa yang terjadi dengan uangnya?

Ibu: Itu diberikan kepada orang miskin agar mereka juga bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia.

Ayah: Betul. Penting bahwa semua orang bisa menikmati perayaan.

Anak Laki-laki: Apakah kita akan mengunjungi kakek dan nenek saat Lebaran?

Ibu: Ya, kita akan pergi setelah shalat Ied. Kita akan mengadakan kumpul keluarga besar di sana.

Anak Perempuan: Aku tidak sabar! Aku suka Lebaran. Kita bisa makan makanan spesial dan menerima uang!

Ayah: Ingat, Lebaran juga tentang bersyukur dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Semua: Kami tidak sabar menunggu Lebaran!

Tips Mempraktikkan Dialog

Berikut tips untuk mempraktikkan dialog tentang puasa.

Berlatih dengan Partner

Cari teman untuk berlatih dialog bersama. Bergantian memerankan karakter yang berbeda.

Rekam dan Evaluasi

Rekam percakapanmu dan dengarkan kembali untuk mengevaluasi pronunciation dan fluency.

Modifikasi Sesuai Situasi

Gunakan dialog ini sebagai template dan modifikasi sesuai pengalamanmu sendiri.

Tambahkan Ekspresi Natural

Tambahkan ekspresi seperti “I see”, “That makes sense”, “Really?” untuk membuat percakapan lebih natural.

Dengan 10 contoh dialog di atas, kamu memiliki referensi yang lengkap untuk berbicara tentang puasa dalam berbagai situasi. Praktikkan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan speakingmu!

Ingin meningkatkan kemampuan speaking bahasa Inggrismu? Yuk, belajar bareng di Kampung Inggris Jakarta dan kuasai bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan!